PMII Masuk Kampung Gelar Peringatan Harlah NU ke 93
Harlah NU ke 923 yang bertepatan pada tanggal 31 Januari masih terasa hingga saat ini. Terbukti dengan hadirnya ratusan warga dan tokoh agama
PMII Masuk Kampung Gelar Peringatan Harlah NU ke 93
Citizen Reporter
Kader
Lina
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Harlah NU ke 923 yang bertepatan pada tanggal 31 Januari masih terasa hingga saat ini. Terbukti dengan hadirnya ratusan warga dan tokoh agama yang hpada peringatan Harlah NU yang diadakan panitia pelaksana PMII Masuk Kampung di Desa Sungai Enau Kabupaten Kubu Raya.
Hal ini sekaligus penutupan kegiatan PMII Masuk Kampung yang telah dilakukan selama tiga hari terakhir.
Adapun rangkaian acara Harlah ini di konsep sesederhana mungkin namun berkesan dan khidmat. Peringatan Harlah NU ke 93 ini di awali dengan salat isya berjamaah di masjid lembaga pendidikan Nurul Ulum.
Baca: Kader PMII Masuk Kampung Laksanakan Gotong Royong Sebagai Bentuk Pengabdian Pada Masyarakat
Baca: Dikemas Dengan Baik, Tjhai Chui Mie Ajak Masyarakat Saksikan Langsung Puncak Cap Go Meh
Baca: Untuk Pengawasan Tahap Pemilu 2019, Panwascam Belitang Gelar Bimtek
Pendiri Pondok Pesantren Nurul Ulum, Kiyai Abdul Kholis, Pengasuh Pondok Pesantren Kiyai Ahmad Yani, dan juga bapak Halim selaku Ketua Dusun ikut andil memeriahkan kegiatan ini.
Segenap warga desa Sungai Enau dari berbagai kalangan turun langsung menghadiri. Lantunan shalawat menggema diiringi dengan hadrah yang dimainkan oleh Santri Nurul Ulum yang kreatif dan berbakat.
Dalam pembukaan acara tersebut Mustofa selaku Ketua Cabang PMII komisariat IAIN Pontianak mengungkapkan Sekira nya masyarakat setempat saat pihaknya mengadakan kegiatan kembali, mohon di terima lagi dan mohon maaf, jika selama mengabdi terdapat kesalahan, mungkin itu karena keteledoran dari para peserta.
Baca: Jadwal Timnas Indonesia Piala AFF U 22 2019, Hari Ini Lawan Myanmar Siaran Langsung Live RCTI
Baca: Malam Silaturahmi Forum Lalu Lintas, Perkenalan Serta Pelepasan Anggota di Tugas Yang Baru
Baca: Turnamen Sekuduk Cup Menjadi Primadona Masyarakat
Dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Dusun, Halim ia menyebutkan dirinya sebatas undangan namun diberikan sambutan dengan meriah, terima kasih dengan hadirnya mahasiswa PMII IAIN Pontianak merupakan kebanggaan bagi warga setempat.
Ia berharap kampungnya ini termasuk anak-anaknya dapat menempuh pendidikan tinggi. Organisasi adalah pembentukan diri untuk melampaui batas dan memperbaiki pola pikir, organisasi itu penting karena hidup dengan masyarakat, pintar bisa untuk semua orang dan di bangku kuliah hanya mengajari teori-teori serta mengejar nilai tinggi, nilai tidak terlalu di butuhkan oleh masyarakat.
Masyarakat membutuhkan adalah aksi nyata yang sering diakan oleh organisasi-organisasi. untuk bapak ibu yg punya anak mohon didiklah anaknya dengan baik agar dapat menempuh ke jenjang yang lebih tinggi lagi.
Selanjutnya acaea istighosah di pimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ulum, Kiyai Ahmad Yani,
Maudzul Hasanah disampaikan oleh Kiyai Kholis sekaligus doa penutupan.
"Semoga acara ini sukses dan diterima oleh Allah swt aamiin, sebelumnya saya minta doa untuk baginda Nabi Muhammad, para Anbia, para Wali Songo, para pendiri NU. 1994 saya sudah nimbrung dengan NU waktu berjalan 15 tahun saya tetap tidak boleh memundurkan diri, tahun 2000 tidak boleh lagi, lanjut lagi hingga pada akhirnya saya jadi surya NU sampai sekarang tetap pengurus surya NU,"tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/suasana-harlah-nu-ke-93.jpg)