Atasi Masalah Kekurangan Guru, Disdikbud Kalbar Akan Kerjasama Dengan Perguruan Tinggi

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat, Suprianus Herman menegaskan pihaknya akan jalin kerjasama

Atasi Masalah Kekurangan Guru, Disdikbud Kalbar Akan Kerjasama Dengan Perguruan Tinggi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat, Suprianus Herman saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (8/2/2019). 

Atasi Masalah Kekurangan Guru, Disdikbud Kalbar Akan Kerjasama Dengan Perguruan Tinggi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat, Suprianus Herman menegaskan pihaknya akan jalin kerjasama dengan perguruan tinggi guna penuhi kebutuhan tenaga pendidikan di Kalimantan Barat.

Seperti diketahui masalah kekurangan guru masih terjadi di Kalbar.

"Kita akan bekerjasama dengan perguruan tinggi, universitas, institut atau sekolah tinggi yang punya jurusan-jurusan ilmu keguruan," ungkapnya, Senin (18/2/2019).

Mahasiswa dan mahasiswi Praktek Kuliah Lapangan (PKL) semester akhir misalnya, Suprianus menilai bisa diberdayakan dan direkrut sebagai tenaga guru. 

Baca: Jubir BPN Prabowo Sebut Data dan Informasi Petahana Kacau

Baca: Besok, Pewarsa Bersama FPIP Gelar Pelatihan Anti Hoaks Besok

Baca: VIDEO: Bupati Nasir Lantik Pj Sekda Kapuas Hulu

"Kita bisa bekerjasama dengan mereka, seperti PKL untuk membantu kita di lapangan. Kita bisa siapkan honor atau apa buat mereka, kalau menunggu PNS lama lagi, ini upaya yang efektif juga untuk mengatasi masalah kekurangan guru," terangnya.

Terkait dengan masalah kekurangan guru, ia menimpali pemerintah akan merekrut guru-guru melalui Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

"Kalbar dapat tahun ini, cuma lebih detail perekrutan bukan di Disdikbud. Selain itu, kepala sekolah dibolehkan merekrut tenaga kontrak dengan menggunakan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)," katanya.

Ia menambahkan dalam dana BOS sudah dialokasikan sekitar 15 persen untuk mengatasi persoalan guru.

"Kepala sekolah harus selektif dalam menempatkan guru kontrak ini. Saya lihat sejauh ini sudah baik," tukasnya. 

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved