Cap Go Meh

RUTE Cap Go Meh Singkawang 2019, Pawai Tatung Start dari Jalan Diponegoro

RUTE Cap Go Meh Singkawang 2019, Pawai Tatung Start dari Jalan Diponegoro................

RUTE Cap Go Meh Singkawang 2019, Pawai Tatung Start dari Jalan Diponegoro
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / LEO PRIMA
Lebih dari 500 tatung beratraksi pada puncak perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang, Sabtu (11/2/2017). Cap Go Meh menjadi daya tarik pariwisata paling berpotensi untuk.mendatangkan wisatawan ke Kalbar. Setiap tahunnya, ribuan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri, datang ke Singkawang, untuk menyaksikan Cap Go Meh di Kota seribu kelenteng ini. 

"Panitia juga memberikan santunan. Besarannya bervariasi mulai Rp 500 ribu hingga Rp 3 juta," jelasnya.

Panitia Perayaan Imlek dan Cap Go Meh (CGM) sudah menggelar sosialisasi Tatung di Singkawang Cultural Center, Jalan Kom Yos Soedarso, Kelurahan Melayu, Kecamatan Singkawang Barat, Sabtu (16/2/2019).

Ketua Panitia Pelaksana, Tjhai Leonardi mengatakan sosialisasi diberikan mengenai aturan tata tertib pelaksanaan kegiatan pada pawai Tatung.

Disepakati bersama para Tatung untuk tidak menggunakan simbol-simbol agama, tidak menampilkan sadisme dan eksploitasi anak di bawah umur. 

"Ritualnya di rumah ibadah masing-masing," katanya.

Iring-iringan peserta pawai budaya Tionghoa dan parade tatung pada puncak Festival Cap Go Meh 2569 di Jalan Diponegoro, kota Singkawang,Kalimantan Barat, Jumat (2/3/2018).
Iring-iringan peserta pawai budaya Tionghoa dan parade tatung pada puncak Festival Cap Go Meh 2569 di Jalan Diponegoro, kota Singkawang,Kalimantan Barat, Jumat (2/3/2018). (TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA)

Pada tahun politik ini para peserta Tatung juga dilarang menggunakan atribut ataupun kaos partai saat melakukan pawai dan beraktraksi.

Panitia telah berkoordinasi dengan kepolisian sehingga bila mereka melanggar pihak terkait akan menurunkan atribut tersebut dan didiskualifikasi.

"Mohon dukungannya tersebut," pintanya. 

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan, perayaan Cap Go Meh (CGM) di Kota Singkawang, setiap tahun selalu dimeriahkan dengan pawai karnaval tatung, replika naga, dan barongsai, serta pagelaran multietnis yang diikuti seluruh paguyuban di Kota Singkawang.

Cap Go Meh bukan saja sebagai pelestarian budaya di Kota Singkawang, tetapi juga sebagai simbol toleransi dan pembauran antaretnis yang harmonis.

Ribuan warga menyaksikan atraksi tatung saat prosesi tatung cuci jalan di vihara Tri Dharma Bumi Raya, Singkawang, Kalimantan Barat, Kamis (1/3/2018).
Ribuan warga menyaksikan atraksi tatung saat prosesi tatung cuci jalan di vihara Tri Dharma Bumi Raya, Singkawang, Kalimantan Barat, Kamis (1/3/2018). (TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA)
Halaman
123
Penulis: Nasaruddin
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved