PMII Masuk Kampung Adakan Seminar Pendidikan di Desa Sungai Enau

Ketua Komisariat PMII IAIN Pontianak, Sahabati Tiara Sari, dan juga pendiri Pondok Pesantren Nurul Ulum Kiyai Abdul Kholis

PMII Masuk Kampung Adakan Seminar Pendidikan di Desa Sungai Enau
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Foto bersama kader PMII program PMII Masuk Kampong di Desa Sungai Enau 

PMII Masuk Kampung Adakan Seminar Pendidikan di Desa Sungai Enau

Citizen Reporter Kader PMII IAIN Pontianak, Linawati

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Hari pertama PMII masuk kampung sukses gelar seminar pendidikan yang dihadiri lebih dari 100 siswa, mulai tingkat Madrasah Tsanawiyah(MTS) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Lembaga Pendidikan Islam Nurul Ulum Desa Sungai Enau Kecamatan Kuala Mandor B. Jajaran guru dan yayasan pondok pesantren turut andil dalam kegiatan ini, Rabu (13/02/2019).

Rangkaian acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan dari Ketua Komisariat PMII IAIN Pontianak, Sahabati Tiara Sari, dan juga pendiri Pondok Pesantren Nurul Ulum Kiyai Abdul Kholis. 

Kemudian dilanjutkan dengan acara utama yaitu seminar pendidikan yang disampaikan oleh senior PMII sekaligus dosen di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan(FTIK) Dr. Arif Sukino M.ag.

Baca: Hasil Liga Champion - Ajax Vs Real Madrid 1-2: Tottenham Vs Dortmund 3-0, Tonton Video Cuplikan Gol

Baca: Kalbar 24 Jam - Imbauan Perayaan Valentine, Perbaikan Jalan Sintang Hingga Mobil Terbakar di SPBU

Baca: Berikut 99 Fintech Lending yang Terdaftar di OJK

Tiara Sari, selaku penyelenggara kegiatan PMII masuk kampung mengajak siswa-siswi Lembaga Pendidikan Islam Nurul Ulum dalam sambutannya untuk tidak berhenti menuntut ilmu dan tidak berhenti hanya di jenjang sekolah menengah saja melainkan juga termotivasi dan memotivasi generasi-generasi selanjutnya di desa sungai enau ini untuk mengenyam pendidikan ke perguruan tinggi.

Sebab seperti yang kita ketahui hadist tentang mencari ilmu walau sampai ke Negeri Cina. 

"Faktor utama pendukung pendidikan adalah lingkungan yang baik, faktor kedua yaitu keturunan sebab orangtua adalah guru pertama bagi anak-anaknya, dan yang ketiga adalah sandaran vertikal yaitu sebagai penguat dari usaha mencari ilmu juga diimbangi dengan doa kepada sang pencipta". Ujar Kiyai Abdul Kholis selaku pimpinan Pondok Pesantren Nurul Ulum dalam sambutannya.

Dilanjutkan dengan materi seminar dengan judul "Model Pendidikan Agama Islam Generasi Milineal Menuju Insan Humanis-Religius" oleh bapak Dr. Arif sukino. 

Dimana dalam pemaparannya disampaikan perihal cara pintar generasi milineal dalam memanfaatkan tekhnologi dalam menunjang pendidikan sebagai sarana informasi tercepat dan mudah.

Peran lembaga pendidikan sangat besar untuk menggiring peserta didiknya menyeimbangi pendidikan agama dan pendidikan umum kepada generasi milineal. 

Sebab dalam lingkup kehidupan generasi ini terbilang konsumtif dalam segala bidang baik itu dalam penggunaan tehnologi yang rawan dengan informasi-informasi radikal. 

Pendidikan agama menjadi hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan sebagai pedoman generasi milineal dalam bersikap menghadapi era maju untuk kedekatan batin kepada Allah.

Peran manusia sebagai khalifah dimuka bumi diberdayakan dengan penguatan ilmu pendidikan agama.

Hal ini disambut baik oleh ketua lembaga sendiri demi memotivasi siswa-siswi yang sedang duduk di bangku kelas 3 SMK untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi demi adanya generasi muda yang akan mengembangkan desa sungai enau kedepannya. Sebab pendidikan juga salah satu faktor pendorong majunya suatu negara.

Penulis: Syahroni
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved