TRIBUN WIKI

Tahukah Kamu? Begini Asal Usul Nama Gunung Bawang Bengkayang

Gunung ini mempunyai bentuk pegunungan yang memanjang sekira 18 Km mencakup 4 kecamatan di Kabupaten Bengkayang.

Tahukah Kamu? Begini Asal Usul Nama Gunung Bawang Bengkayang
ISTIMEWA
Gunung Bawang di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. 

Tahukah Kamu? Begini Asal Usul Nama Gunung Bawang Bengkayang

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG -  Gunung Bawang berada di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Gunung ini mempunyai bentuk pegunungan yang memanjang sekira 18 Km mencakup 4 kecamatan di Kabupaten Bengkayang.

Gunung Bawang memiliki empat puncak runcing yang memiliki ketinggian lebih dari 1.000 mdpl. 

Puncak tertingginya bernama Puncak Bawang Raya dengan tinggi mencapai 1.1460 mdpl. 

Baca: Petugas Tangkap Pelaku Ilegal Loging Gunung Bawang Bengkayang

Baca: Mahasiswa Fakultas Kehutanan Untan Penelitian di Gunung Bawang

Yuriska Wulan Dhery, satu diantara masyarakat sekitar mengatakan Gunung Bawang adalah satu di antara gunung yang dikeramatkan oleh suku Dayak.

Dia menuturkan ada kisah asal usul dan mitos tentang Gunung Bawang yang berkembang di masyarakat. 

Dinamakan Gunung Bawang dikarenakan bentuknya berlapis hingga 7 lapis seperti bawang.

Gunung Bawang memiliki cerita yang berkaitan erat dengan Suku Dayak Bengkayang,  suku Dayak Kanayantn, dan Suku Dayak Lara. 

Gunung ini merupakan daerah yang dikeramatkan bagi Suku Dayak Bengkayang.

Karena mitosnya dari tempat tersebut asal mula Suku Dayak Bengkayang berasal. 

Lokasi Gunung Bawang ada di Kabupaten Bengkayang  Kalimantan Barat.

Wilayah pegunungan mencakup 4 kecamatan, yaitu Lembah Bawang,  Lumar, Sungai Betung, dan Bengkayang.

Sedangkan puncak Gunung Bawang berada di perbatasan Desa Tiga Berkat, Kecamatan Lumar, dengan Desa Saga Taru, Kecamatan Lembah Bawang. 

Waktu tempuh pendakian untuk mencapai puncak yang cukup singkat sekitar 7-8 jam.

Fauna khas Gunung Bawang di antaranya rusa,  orang utan,  beruang madu, burung enggang gading sedangkan flora khasnya adalah kantong semar dan anggrek bulan. (*)

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Dian Lestari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved