Cap Go Meh

Gong Xi Fa Cai Gereja Katedral Gelar Misa Tahun Baru Imlek

kita melihat kembali kehidupan dan pengalaman pribadi kita. Tahun lalu juga bisa diibaratkan sebagai kaca mata

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus dan didampingi oleh sembilan Imam temasuk didalamnya Kuria dan Pastor Paroki Katedral Keuskupan dan satu diakon Keuskupan Agung Pontianak menggelar Misa Tahun Baru Imlek di Gereja Katedral, Jalan Patimura Pontianak, Selasa (5/2/2019). 

Gong Xi Fa Cai Gereja Katedral Gelar Misa Tahun Baru Imlek

Citizen Reporter Komsos Keuskupan Agung Pontianak, Samuel

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Pertama-tama mari kita ucapkan hari raya Imlek bagi mereka yang merayakannya. Hari raya Imlek tahun 2019 ini merupakan perayaan Imlek yang ke-2570 dengan tahun Babi, (5 Februari 2018).
Tahun Babi ini, menurut kepercayaan orang Tionghoa umumnya merupakan sebuah tahun dimana orang-orang yang harus berjuang dengan tekun untuk mendapatkan apa yang ingin dicapai.

Secara filosofi, Babi yang 'perawakannya' gendut menandakan kemakmuran dan kebahagiaan di tahun ini. Semoga saja harapan itu menjadi kenyataan.

Baca: Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie Gelar Open House di Rumah Dinas

Baca: VIDEO DRONE: Pesta Kembang Api Tahun Baru Imlek 2570 di Jalan Gajahmada

Baca: VIDEO: Detik-detik Terbakarnya Lapak Kembang Api di Malam Imlek

Acara pagi dimulai dengan pertunjukan Barongsai bersama grub 'Barongsai Sejahtera' di depan pintu masuk Gereja.

Empat Barongsai dengan dua warna kuning kemudian duanya berwarna merah dan orange. Selesai atraksi pagi kemudian dilanjutkan dengan perarakan masuk.

Misa dipimpin langsung oleh uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus dan didampingi oleh sembilan Imam temasuk didalamnya Kuria dan Pastor Paroki Katedral Keuskupan dan satu diakon Keuskupan Agung Pontianak. Yang menghadiri misa juga tidak sedikit, tercatat dari volume banyaknya 'tampungan' lantai bawah sampai lantai atas berkisar sebanyak dua ribu umat.

Misa kali ini ditandai dengan suasana merah-merah (dalam kepercayaan Tionghoa, bahwa warna merah merupakan lambang kebahagiaan).

Semua keluarga membawa anak cucu mereka untuk merayakan hari Imlek yang ke-2750 tahun ini terpancar dari mimik muka umat yang berbondong menghadiri misa.

Tarian pembukaan dipersembahkan oleh sembilan adik cilik Sekami dengan busana Tionghoa sambil mengiringi perarakan pembukaan, ada sebanyak 14 orang muda katolik membawa 'Tenlung' kemudian disusul dengan 20-an pasangan pasutri.

Baca: LIVE ILC TVOne Selasa 5/2 Yang Terjerat UU ITE: Buni Yani, Ahmad Dhani, Siapa Lagi? No RG No Party

Baca: VIDEO: Lapak Kembang Api di Jalan Gajah Mada Terbakar di Malam Imlek

Dalam sambutan pembukaan Uskup Agus mengatakan bahwa "hidup lama kita tinggalkan, dan tahun baru kita sambut, ini tentunya bukan serta merta hanya bentuk simbolis saja melainkan selain faktanya kita merayakan tahun baru Imlek ke 2750 tahun dibalik itu juga ada nilai. Dalam kesempatan ini saya mengucapkan Go Xi Fa Cai/ Selamat Imlek dan Tuhan memberkati, " Ujar Mgr Agus.

"Tahun yang lalu adalah tahun bagaimana kita melihat kembali kehidupan dan pengalaman pribadi kita. Tahun lalu juga bisa diibaratkan sebagai kaca mata yang harapannya bisa menjadi renungan ternyata betapa pentingnya bersyukur atas hari-hari yang lalu. Hari ini kita diingatkan Tuhan untuk lebih menyadari bahwa begitu penting hati tertuju pada Tuhan.

Jika hati dan pikiran kita tertuju pada Tuhan artinya kita berserah dengan Tuhan, dengan sendirinya berkat dan hidup sejahtera kita capai. Percaya adalah kunci untuk mencapai dan menyadari betapa indahnya rencananya. Sama seperti tahun baru imlek ini adalah Tahun Babi, menurut orang Tionghoa mereka yang Siou Babi harus berjuang dan hati-hati untuk melakukan tindakan saat bekerja maupun beraktivitas sehari hari, " tandas Uskup.

"Tetapi yang paling penting dari semua itu bukan terdapat pada Siou atau tahun saja, melainkan bagaimana cara kita menghayati hidup dengan berkaca dari tahun yang lama dan hidup baru di tahun yang baru, " tambah Uskup Agus.

Usai pembagian Komuni, Uskup Agus memberkati anak-anak sekaligus membagikan angpao kepada semua anak-anak yang ikut misa di Katedral. Tidak lupa juga, sebelum berkat penutup Mgr. Agustinus Agus membagikan buah jeruk dan angpao kepada semua lansia dari umur 70 - 97 tahun, (5 Februari 2019).

Setelah usai berkat penutup, kemudian dilanjutkan dengan acara bebas, ada tarian dan Nyanyian lagu Imlek dari anak-anak sebagai persembahan penutup rangkaian Misa. Setelah itu Uskup Agung Pontianak bersama para Imam lain, kembali membagikan Jeruk dan Kue Keranjang sebagai tanda bahwa "dengan berbagi kita akan mendapatkan," Ujar Uskup Agus.

Setelah pembagian itu kemudian Uskup mengajak para Imam dengan Foto bersama sembari diiringi bunyi gong dan tarian Barongsai diluar Gereja, (5 Februari 2019).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved