DPRD Pontianak Minta Orangtua Ekstra Beri Pengertian Terhadap Anak Yang Main Layangan Bertali Kawat

dampak dari kejadian layangan memakan korban kemarin pasti ada penurunan jumlah pemain layang-layang

DPRD Pontianak Minta Orangtua Ekstra Beri Pengertian Terhadap Anak Yang Main Layangan Bertali Kawat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FILE
Anggota DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa 

DPRD Pontianak Minta Orangtua Ekstra Berikan Pengertian Terhadap Anak Yang Main Layangan Bertali Kawat

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAKBanyaknya anak dibawah umur yang masih bermain layang-layang bertali kawat mendapat respon  Anggota DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa. Dia meminta orangtua ekstra memberi pengertian terhadap anak.

"Setelah diselidiki pemain layang-layang bertali tajam seperti gelasan dan kawat mempunyai unsur perjudian," ujar Bebby Nailufa, Sabtu (2/1/19).

Bebby Nailufa menambahkan, jika yang terjaring dilapangan adalah anak-anak dibawah umur ia merasa mereka tidak menggunakan layang-layang untuk perjudian, hanya kesenangan semata.

Baca: Viral Video Mesum Diduga Pelajar dengan Pria Dewasa, KPPAD Kalbar Angkat Bicara

Baca: Ica Optimis Raih Gelar Duta Kuliner Kalbar, Ini Makanan yang Direkomendasikan dan Harus Dicoba

"Diharapkan kepada orangtua agar lebih memperhatikan anak-anak mereka, jika anaknya masih membandel saya rasa perlu kinerja ekstra terhadap masyarakat yang masih melanggar," tuturnya.

Menurutnya harus ada tindakan tegas terhadap orang tua, atau sekolah juga memikul peran penting dalam menghimbau anak-anak agar tidak bermain layangan.

Tim terpadu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak menggelar razia rutin pemain layang-layang bersama TNI dan Polri, di wilayah Kecamatan Pontianak Timur, Sabtu (2/2/2019).
Tim terpadu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak menggelar razia rutin pemain layang-layang bersama TNI dan Polri, di wilayah Kecamatan Pontianak Timur, Sabtu (2/2/2019). 

"Perlunya kita mengatur perda terkait permasalahan layangan ini, dari berita yang beredar adanya maklumat antara Wali Kota dan Kapolresta terkait layangan ini, menurut saya itu sudah bagus," katanya.

Namun kata dia lagi, yang menjadi masalah adalah implementasi peraturan itu di lapangan, sehingga kita harus berkaca terhadap kejadian memakan korban jiwa kemarin.

Bebby menilai, dampak dari kejadian layangan memakan korban kemarin pasti ada penurunan jumlah pemain layang-layang.

Memang belum ada perda yang mengatur secara jelas terkait penjual layangan kata Bebby, namun bisa saja ada revisi atau penambahan terhadap perda yang ada.

"Tinggal di usulkan saja penambahan perda tersebut, dan jangan lupa implementasi di lapangan juga harus memberikan efek jera," terang Bebby Nailufa

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved