IHSG dan Rupiah Kompak Menguat Siang Ini
Saham top gainer: WSKT, BSDE, PTPP, WIKA, BKSL, SMGR dan PGAS. Saham-saham top loser: GGRM, ICBP, ASII, KLBF, INKP, BRPT dan INDY.
Penulis: Nina Soraya | Editor: Nina Soraya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melesat positif pada perdagangan Kamis (31/1/2019) siang. IHSG melaju +0,90 persen (+57 poin) ke level 6.522.
Sementara Indeks LQ45 +1,11% ke 1.034, Indeks IDX30 +1,14% ke level 569, lalu untuk Indeks JII +0,96% ke 725. Selanjutnya Indeks Kompas100 +1,03% ke 1.342, Indeks Sri Kehati +1,31 persen ke 401 dan Indeks SMInfra18 +1,91 persen ke level 336.
Saham top gainer: WSKT, BSDE, PTPP, WIKA, BKSL, SMGR dan PGAS.
Saham-saham top loser: GGRM, ICBP, ASII, KLBF, INKP, BRPT dan INDY.
Saham Teraktif: BBRI, WSKT, NUSA-W, PGAS, MEDC, FREN dan FILM.
IPOT News dalam rilisnya, Kamis (31/1/2019), menyebutkan nilai transaksi mencapai Rp19,12 triliun. Volume trading sebanyak 154,08 miliar saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp12,53 triliun. Untuk Nilai tukar rupiah melaju +0,40% ke posisi Rp13.985 terhadap dolar AS. (12:00 pm).
Bursa Asia
Market saham Asia menguat ke posisi terkuat dalam 4 bulan pada perdagangan sesi pagi, Kamis (31/1/2019). Laju pasar Asia terjadi setelah the Fed berjanji untuk bersabar dalam melanjutkan Kenaikkan suku bunga acuan. Hal ini dinilai sebagai sinyal akhir dari siklus moneter ketat di tengah sinyal perlambatan ekonomi global.
Nilai tukar dolar AS mengarah ke pelemahan terburuk dalam 3 pekan terakhir. Yield obligasi negara USA turun signifikan karena investor bereaksi terhadap perubahan nada kebijakan the Fed.
Indeks Asia Pacific (benchmark pasar saham Asia dan Pasifik) menguat 0,7 persen. Posisi Indeks MSCI tersebut tertinggi sejak 4 Oktober tahun lalu.
"Pernyataan the Fed menegaskan sikap dovishnya yang sudah muncul ke permukaan sejak awal tahun ini. Ketakutan pasar terhadap kenaikan suku bunga the Fed kini telah dikesampingkan," kata Masahiro Ichikawa, Analis pada Sumitomo Mitsui Asset Management (Tokyo).
Menurut Masahiro, penyebutan neraca keuangan oleh the Fed adalah kejutan positif. Fokus sekarang beralih segera ke negosiasi konflik dagang USA dan China tetapi pasar saham dapat memiliki sejumlah bantalan untuk menahan dampak negatif negosiasi tersebut, kata Masahiro.
Di bursa saham China, Indeks Shanghai melaju positif. Indeks Shenzhen Component naik 0,445 persen. Data resmi yang dirilis pemerintah China memperlihatkan Indeks manufaktur China periode Januari berada di level 49,5 atau naik tipis dibandingkan bulan sebelumnya di posisi 49,4.
Sedangkan Indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong melaju signifikan. Pasar saham Korsel bergerak melaju. Indeks Kospi naik 0,25 persen seiring penguatan saham Samsung Electronics sebesar 0,65 persen.
Pergerakan positif juga terjadi di pasar saham Jepang. Indeks Nikkei 225 menguat dan Indeks Topix melaju 1,35 persen.
Pasar saham Australia melandai. Sektor energi menguat 1,7 persen menyusul kenaikan harga minyak. Emiten terkait minyak seperti Santos menguat 2,69 persen. Woodsite Petroleum naik 0,82 persen. Beach Energy naik 5,13 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ihsg_20170220_095435.jpg)