AKI dan AKB Jadi Perhatian Serius Pemkab Sekadau
Ia mengatakan, berbagai masalah kesehatan khususnya masalah kesehatan ibu dan anak masih menjadi masalah krusial di Indonesia.
Penulis: Rivaldi Ade Musliadi | Editor: Dhita Mutiasari
AKI dan AKB Jadi Perhatian Serius Pemkab Sekadau
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Pemerintah Daerah Sekadau mendukung penuh upaya Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sekadau dalam menekan angka kematian ibu dan bayi. Hal itu diungkapkan oleh Asisten III Setda Kabupaten Sekadau Sapto Utomo.
Ia mengatakan, berbagai masalah kesehatan khususnya masalah kesehatan ibu dan anak masih menjadi masalah krusial di Indonesia.
Terjadinya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) disebabkan berbagai faktor, seperti akses pelayanan kesehatan, SDM bidang keseahtaan dan aspek sosial ekonomi dan budaya masyarakat.
Baca: IBI Sekadau Terus Berupaya Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi
Baca: Pemerintah Indonesia Akui Tari Pinggan Milik Sekadau Sebagai Warisan Budaya Tak Benda
Baca: Kompol Suhar Imbau Siswa Tertib Berlalu Lintas dan Tidak Main Layang-layang Gunakan Kawat
“Ini harus menjadi perhatian serius. Kematian ibu tentunya berdampak negatif terhadap kesejahteraan keluarga. Ini juga berimplikasi sosial yang bermakna terhadap kualitas kesehatan keluarga dikemudian hari,” ujar Sapto, Selasa (29/1).
Tak hanya itu, dampak perubahan gaya hidup masyarakat menjadi penyebab terjadinya pergeseran pola penyakit.
Kasus-kasus penyakit tidak menular seperti stroke, penyakit jantung koroner, kanker dan diabeter muncul akibat gaya hidup tidak sehat semakin meningkat di Indonesia.
Gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) merupakan gerakan nasional dalam rangka mewujudkan Indonesia sehat melalui peningkatan kesadaran, kemuan dan kemampuan seluruh masyarakat berperilaku hidup sehat.
“Bidan sebagai ujung tombak penyedia pelayanan kesehatan dimasyarakat diharapkan dapat melaksanakan peran dan tanggungjawabnya dengan baik,” ucap Sapto.
Menurutnya, bidan merupakan profesi yang dinamis.
Bahkan, peran dan fungsi bidan dimasyarakat selain sebagai pelaksana kesehatan, baik mandiri dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya.
Bidan juga berperan sebagai pengelola pelayanan sebagai pendidik serta promotor kesehatan dimasyarakat.
“Untuk itu bidan harus meningkatkan profesionalismenya dengan mengikuti perkembangan keilmuan, memperbaharui keterampilan dan meningkatkan kemampuan dalam upaya memberikan pelayanan berkualitas yang berfokus pada kesehatan,” tukasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/sapto-utomo_20180325_181138.jpg)