Pertanian di Semparuk Diserang Hama Blast

Kondisi tanaman padi yang sudah memasuki masa panen ini terjadi serangan hama blast dan penggerek batang

Pertanian di Semparuk Diserang Hama Blast
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Marwan salah satu Petani asal Desa Semparuk, yang padinya di serang hama Blast. 

Pertanian di Semparuk Diserang Hama Blast 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS- Marwan salah satu Petani asal Desa Semparuk  menyampaikan bahwa dalam beberapa hari terakhir tanaman padi miliknya di serang oleh Hama Blast.

"Dalam beberapa hari ini kami dan beberapa tempat di Kabupaten Sambas yang menanam tanaman padi, diserang oleh hama Blast. Kondisi tanaman padi yang sudah memasuki masa panen ini terjadi serangan hama blast dan penggerek batang," ujarnya, Kamis (24/1/2019).

Baca: Nugroho: Penularan HIV-AIDS Akibat Perilaku Kurang Baik

Menurutnya, hal ini juga sama terjadi dengan beberapa daerah di lokasi-lokasi lainnya. Seperti Tebas, Semparuk, Pemangkat, Salatiga, Selakau dan Selakau Timur.

Menurutnya, untuk mengantisipasi  mengenai padinya yang terkena serangan hama blast dan penggerek batang. Ia sudah mencoba mengendalikannya namun upaya itu sia-sia karena masih saja di serang oleh hama Blast.

Baca: Persilan Landak Janjikan Tampil All Out di Piala Soeratin U-17

"Saya juga sudah berupaya mengendalikan lahan pertanian untuk terhindar dari serangan hama dan memang ini juga di karenakan sebuah cuaca yang dari panas ke hujan sehingga hama penyakit cepat menyerang," jelasnya.

Oleh karenanya, Ia meminta kepada pihak berwajib untuk sama-sama mengatasi hal ini. Karena menurutnya dirinya di lapangan juga perlu petunjuk untuk menanganinya.

"Kalau bisa komunikasi harus satu pintu terkait obat apa yang di gunakan dan tentunya juga petunjuk di lapangan yang harus kami jalankan untuk pengendalian hama penyakit di lahan padi petani," jelasnya.

Untuk itu ia juga berharap pengawasan obat yang ada di warung-warung juga harus di intensifkan, banyak racun-racun hama yang di beli oleh petani di warung-warung tani kurang maksimal dalam bekerja.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved