Debat Perdana Pilpres

Yusril Bekali Capres Jokowi Cara Menjawab Soal Kasus Novel Baswedan

Kalau ditanya kenapa sekarang terjadi banyak OTT pada masa Pak Jokowi? Di masa yang lalu pun OTT sudah banyak. Sekarang KPK itu lebih meningkatkan

Instagram/Jokowi
Yusril Ihza Mahendra berbincang dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor, Kamis (29/11/2018). 

Yusril Bekali Capres Jokowi Cara Menjawab Soal Kasus Novel Baswedan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Debat Perdana Pilpres 2019 akan dilangsungkan pada malam ini, pukul 20.00 WIB.

Kedua pasangan capres dan cawapres tampak menggelar persiapan.

Seperti petahana Capres nomor urut 01 Joko Widodo yang melakukan pemantapan Debat Pilpres 2019.

Pakar hukum tata negara sekaligus pengacara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, memberikan sejumlah masukan kepada pasangan calon nomor urut 01 dalam persiapan debat terakhir.

Persiapan debat tersebut berlangsung di Djakarta Theatre, Sarinah, Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Yusril memberikan sejumlah masukan kepada Jokowi-Ma'ruf dalam menjawab pertanyaan seputar kepastian hukum, keadilan, penguatan kelembagaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), penyelesaian kasus Novel Baswedan, dan penyelesaian kasus HAM masa lalu.

"Jadi isu-isu yang berkembang terutama adalah isu tentang keadilan dan kepastian hukum. Mengenai isu korupsi juga tetap penguatan KPK, soal Novel (juga)," ujar Yusril saat ditemui di Djakarta Theatre, Sarinah, Jakarta, Rabu (16/1/2019) malam.

"Ya didiskusikan. Pak Jokowi-Ma'ruf sudah ada jawabannya. Cuma jawabannya itu diberikan masukan lagi supaya lebih mantap," lanjut Yusril.

Baca: Fenomena Umat Muslim di Mekkah, Rizieq Shihab Kini Menjadi Daya Tarik

Baca: Jelang Debat Pilpres Perdana Hari ini, Viryan Sebut Ada Tiga Hoaks

Baca: Bangun Jalan dan Jembatan Akses ke Pancur Aji, Pemkab Sanggau Gelontorkan Belasan Miliar

Baca: Jadwal Debat Pilpres 2019 dan Link Live Streaming TVRI, Kompas TV dan RTV

Ia mengatakan Jokowi telah menghadirkan keadilan dan kepastian hukum selama 4 tahun mememimpin pemerintahan.

Terkait penyelesaian kasus HAM masa lalu, Yusril mengatakan Jokowi sejauh ini sudah berkomitmen menyelesaikannya.

Hanya, kata Yusril, hal tersebut terganjal teknis penyidikan.

Selain itu terkait korupsi, Yusril memberi masukan agar Jokowi-Ma'ruf menyatakan saat ini KPK bekerja ekstra keras sehingga operasi tangkap tangan (OTT) semakin banyak.

Hal itu akan disampaikan jika ditanya mengapa akhir-akhir ini OTT semakin banyak.

"Kalau ditanya kenapa sekarang terjadi banyak OTT pada masa Pak Jokowi? Di masa yang lalu pun OTT sudah banyak. Sekarang KPK itu lebih meningkatkan operasi seperti itu karena dengan menggunakan penyadapan dan lain-lain maka hasilnya tentu lebih banyak," tutur Yusril.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved