Indonesia Lawyers Club
Sedang Berlangsung Live Streaming ILC TVOne dengan Tema Menguji Netralitas KPU
Sedang Berlangsung Live Streaming ILC TVOne dengan Tema Menguji Netralitas KPU
Penulis: Rizky Zulham | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sedang berlangsung Live Streaming Siaran Ulang ILC TVOne dengan Tema Menguji Netralitas KPU, Minggu (13/1/2019).
Jadwal ILC TVOne, Tayangan Ulang Tema "Menguji Netralitas KPU" TVOne Minggu Jam 20.00 WIB
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - TVOne dijadwalkan menayangkan ulang Indonesia Lawyers Club (ILC) yang membahas tema "Menguji Netralitas KPU" Minggu (12/01/2019) mulai pukul 20.00 WIB.
"SIARAN ULANG ILC >> #ILCMengujiNetralitasKPU MINGGU 13 Januari 2019 Pkl 20.00 WIB tvOne," tulis admin akun Instagram @indonesialawyersclub, Sabtu (11/01/2019) petang WIB.
Baca: ILC TVOne Dituding Jadi Panggung Para Pembenci Jokowi, Karni Ilyas Mengaku Tak Bersalah
Baca: ILC TVOne Tak Berani Angkat Topik Hoaks 7 Kontainer, Karni Ilyas Tegaskan Tak Berpihak
Anda bisa menyaksikan ILC TVOne melalui link berikut:
https://www.vidio.com/live/783-tvone-tv-stream
http://www.tvonline.id/tvone.html
http://www.useetv.com/livetv/tvone
Melihat postingan tersebut, para netizen pun memenuhi kolom komentar.
Hanya saja, yang diperbincangkan adalah tentang Hoax 7 Kontainer Surat Suara.
@riswan2406: Tv one harus berkaca dimana netralitas Tv one...kalo tv yg lain jelas netral kecuali metro pro jokowi..tp tvone mengaku netral tp berpihak ke prabowo....Tv one tidak berani mengangkat kasus 7kontainer karena yg ditangkap segerombolan sama tvone dan prabowo
@ing_gud: Bung #karniilyas anda kan org pintar, tp knp setiap jwbn anda yg di tanyakan nitizen semua mengecewakan, ttng hoax 7 kontainer. Apakah anda tdk tkt d tinggal pengemar anda. Dan setiap ilc tayang sllu menyajikan propokatif. Bukankah minta Indonesia damai... Dan anda sering gunakan kata2 bijak dari org² besar pelosok bumi ini. Tp kata bijak itu tidak anda praktekan atau di praktekan tp anda sllu d setting. Mohon d koreksi lagi tentang sikap netral anda ini. Jgn mau d atur sama org² pintar tp bodoh.
@chintya_azzura: Dari ke 4 wajah itu yg potensi memalukan publik yg mana ? Ga ush di jawab, ksh kisi-kisi nya aja ,
@mahandikaa: Trending no 1 di youtube.
@alfa_pradana: Udah malas sm pemilu skrg,jokowi di buat sebisa mngkin utk menang
@ibenzaniibenzani: Asal ada suhu akal sehat di ILC baru asyik biar makin terasah akal sehat
@kikiarch94: Cuma pengen dengar uraian akal sehat pak prof RG
@herigusmanto: Presiden hafalan
@evah_afif: Klw kpu, bawaslu dirasa tidak netral, tim prabowo harus mengajukan solusi ganti orang2 kpu dong, jangan sampe kita dirugikan
@asrulbinrohaim: Kasus 7 kontainer kapan di angkat di ILC ?

Ganti Topik ILC Jawab Tudingan Pro Capres Tertentu
Inilah alasan Karni Ilyas mengapa tidak mengangkat Topik Hoax 7 Kontainer Surat Suara & Cuci Darah RSCM di ILC
Pembawa program acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Karni Ilyas memberikan jawaban saat programnya dituding berat sebelah.
Hal ini diungkapkan Karni Ilyas melalui Twitter miliknya, @Karniilyas, Jumat (11/1/2019).
Mulanya, netizen dengan akun @kecapbango1928 bertanya soal topik yang layak diangkat di ILC.
Netizen tersebut melontarkan protes karena LC dianggap tak berani angkat topik hoaks 7 kontainer surat suara.
"Mengapa ILC tidak berani angkat topik Hoax selang cuci darah RSCM atau Hoax 7 kontainer Surat Suara?
Apakah bang @karniilyas sudah jadi "budak" penguasa TVOne? Maaf saya sudah diblok bang Karni," tulis netizen @kecapbango1928.
Karni memberikan jawaban bahwa setiap Senin ILC telah mengadakan pembahasan terkait topik mana yang layak untuk diangkat.
Wartawan senior itu juga memberikan kriteria topik-topik yang layak dibahas di ILC.
"Setiap Senin sore tim ILC rapat untuk memutuskan topik yang paling layak untuk ILC keesokan harinya.
Kriterianya adalah: kehanggatan, magnitudenya luas, pertama kali dll.
Kebetulan Selasa pekan lalu yang paling layak adalah KPU.
Namun topik-topik lain tetap kami kupas di program lain," jawab Karni Ilyas.
Lalu, ada netizen yang bertanya terkait topik Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang dipanggil Bawaslu perihal dugaan kampanye.
Karni Ilyas kembali menjawab bahwa tema tersebut telah diangkat di program acara tvOne yang lain.
"Soal Anies sudah di kupas di program Dua Sisi tadi malam. Tidak semua topik harus di ILC.
Kan ILC hanya sekali seminggu," jawabnya.
Lalu, Karni Ilyas mendapatkan tudingan tak netral karena tvOne sempat salah prediksi dalam hitung cepat pemilihan presiden (Pilpres) di tahun 2014 lalu.
"Nggak ada yang netral bang...semua udah terkontaminasi politik..
Gua bilang semua stasiun tv juga media yang lain..kadang kita miris kalau mikir.
Karena media sekarang jadi alat propaganda politik..parahnya lagi kita gak nyadar ampe gontok-gontokan..
bener-bener banyak mudharotnya," tulis netizen @karsonoindri1.
Menjawab pertanyaan dari netizen yang menuding dirinya dan Tv One tak netral, Karni yang juga Wakil Direktur Utama Tv One ini mengatakan dirinya telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk tidak berpihak.
"Minimal instruksi saya selaku pemred kepada semua jajaran redaksi TV One sampai hari ini bahwa semua jajaran redaksi TV One tidak boleh berpihak ke 01 atau 02. Melanggar akan saya beri sanksi," tulisnya.
Cuitannya kembali menuai protes dari netizen dengan akun @Aguspur64888516.
"Acaramu cenderung berat sebelah, memberikan panggung kpd para pembenci jokowi," tulis netizen @Aguspur64888516.
Karni Ilyas kembali menjawab panggung di ILC selalu seimbang dan tak pernah berat sebelah.
ILC selalu mengundang narasumber yang seimbang antara pendukung 01 (Jokowi-Maruf) dan 02 (Prabowo-Sandi).
"Panggungnya selalu seimbang. 3 orang dari pro 01, harus 3 orang juga dari pro 02.
Bahkan durasinya pun diusahakan sama. Kalau ada yang merasa menang atau kalah, itu bukan salah host," jawab Karni Ilyas.
Selain dituding berpihak pada pasangan calon (paslon) tertentu, program acara ILC juga dianggap hanya mengangkat topik-topik tertentu saja.
Karni Ilyas memberikan penjelasan terkait tema yang bisa diangkat di acara ILC saat live pada Selasa (8/1/2019) malam.
Sebelumnya, Karni Ilyas mengakui bahwa tema yang akan dibawakan pada hari itu bukanlah soal perdebatan dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Karni Ilyas mengatakan ILC sebenarnya akan mengangkat tema kasus hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos hingga Sabtu (5/1/2019).
"Sebelum topik menguji netralitas KPU kita putuskan, sampai Hari Sabtu topiknya sesungguhnya bukan ini, tapi hoaks 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos," ujarnya.
Selain soal hoaks surat suara, Karni Ilyas juga mengatakan bahwa ada banyak permintaan dari netizen untuk mengangkat tema-tema tertentu.
"Banyak usulan dari netizen pada kami dari yang namanya divestasi Freeport sampai yang kecil-kecil bahkan artis yang tertangkap gara-gara prostitusi suruh diangkat di ILC, tapi ya enggak lucu satu saja," lanjut Karni.
Menurut Karni, semua usulan yang diterima tim ILC pun semuanya bernada seperti menantang.
Karena mereka banyak yang menggunakan kata 'berani nggak'.
Menjawab tantangan tersebut, Karni Ilyas menjawab dari banyaknya tema mengapa tema soal KPU yang diangkat.
"Semua usulan itu diawali dengan kata-kata berani enggak? Jadi rasanya kalau kita enggak hadirkan berarti kita penakut, tapi kalau setiap tema di tanya berani enggak ya terpaksa satu saja dipilih, jadi yang 3 jadinya penakut," ucap Karni Ilyas.
"Akhirnya kami memilih tema menguji netralitas KPU karena ini sangat substantif sekali, perdebatan yang timbul di publik setelah pekan lalu KPU menyepakati bersama dua kubu paslon untuk prosedur dari debat capres."
"Tapi setelah kesepakatan terjadi, nah ini bagi saya juga tanda tanya kepengin juga tahu, kenapa kok jadinya belakangan malah ribut, kenapa enggak dari awal ribut? Nanti tentu kubu 02 harus jawab kenapa harus ribut," kata Karni Ilyas. (*)