Pontianak Wiki

TRIBUN WIKI: Permudah Wisatawan, Jalan Keraton Kadariah Pontianak Diperbaiki

Keraton Kadariah merupakan satu di antara objek wisata di Kota Pontianak yang dilalui dengan jalur darat ataupun sungai.

ISTIMEWA/ Tiara Natania
Jalan Menuju Keraton Kadariah Pontianak Diperbaiki, Sabtu (12/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Maudy Asri Gita Utami

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Keraton Kadariah merupakan satu di antara objek wisata di Kota Pontianak.

Akses ke keraton ini dapat dilalui dengan jalur darat ataupun jalur sungai.

Jika menggunakan jalur darat, Anda dapat menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat.

Sedangkan jika menggunakan jalur sungai, Anda dapat menggunakan perahu atau speedboat dari pelabuhan Senghie. 

Tiara Natania, Mahasiswa IAIN Pontianak, melalui karya citizen reporter menginformasikan bahwa saat ini pemerintah sedang dilakukan perbaikan jalan menuju Keraton Kadariah melalui jalur darat maupun jalur sungai.

Perbaikan jalan tersebut sudah dilakukan selama sekira sepekan, tepatnya mulai 4 Januari 2019.

Bagi Anda yang ingin berkunjung, berikut beberapa informasi tentang Keraton Kadariah Pontianak:

1.    Dibangun Pada Tahun 1771-1778

Tokoh Melayu Singapura, Mohammed Taifoor saat menyampaikan kesan dan pesannya pada acara acara silaturahim kekerabatan serumpun, di Keraton Kadariah Jalan Tj. Raya I, Dalam Bugis, Pontianak Timur, minggu (4/11/2018).
Tokoh Melayu Singapura, Mohammed Taifoor saat menyampaikan kesan dan pesannya pada acara acara silaturahim kekerabatan serumpun, di Keraton Kadariah Jalan Tj. Raya I, Dalam Bugis, Pontianak Timur, minggu (4/11/2018). (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DAVID)

Sayyid Syarif Abdurrahman Alkadri adalah sultan pertama yang mendiami Keraton Kadariah Pontianak.

Sebagai cikal-bakal lahirnya Kota Pontianak, Keraton Kadariah menjadi salah satu objek wisata sejarah.

2.    Didominasi Warna Kuning

Keraton Kadriah
Keraton Kadriah (paketwisata.id)

Di dalam keraton seperti halnya keraton-keraton Melayu lainnya didominasi cat warna kuning.

3.    Mengalami Renovasi dan Rekonstruksi

Struktur bangunan dari kayu ulin pilihan.

Dalam perkembanganya, keraton ini terus mengalami proses renovasi dan rekrontuksi hingga menjadi bentuk yang sekarang ini.

4. Terdapat 13 Meriam Kuno

Pada bagian depan, tengah, dan kiri depan Keraton kita dapat melihat 13 meriam kuno buatan Portugis dan Perancis.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved