Citizen Reporter
Mengenal Keunikan Budaya Bemanang Dayak Taman Kapuas Hulu
Upacara bemanang dilakukan apabila ada orang yang sakit, kesurupan dan meninggal,
Citizen Reporter
Mahasiswa IAIN Pontianak, Jumadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kabupaten Kapuas Hulu merupakan Kabupaten terujung dari Kalbar.
Ibu kota Kabupaten yang terletak di Putussibau yang dapat ditempuh dengan transportasi sungai Kapuas sejauh 846 km, lewat jalan darat 814 km dan udara dari Kota Pontianak.
Meskipun demikian, keunikan budaya, adat-istiadat, makanan khas, ikon Kapuas Hulu banyak dikenal oleh masyarakat luar.
Seperti budaya yang dikenal oleh masyarakat Dayak Taman yang sering dilakukan di rumah Betang (rumah panjang) yaitu Upacara Bemanang.
Baca: Lantik Edi-Bahasan Jadi Wali Kota Pontianak, Ini Pesan-Pesan Sutarmidji
Baca: Tim Gabungan Beri Pengamanan di Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda Putussibau
Upacara Bemanang adalah upacara yang dilakukan apabila ada yang sakit di wilayah Betang tempat dayak Taman tinggal, yang mana upacara ini bertujuan untuk menghilangkan pengaruh roh jahat yang membuat sakit orang-orang yang ada di Betang itu, membuat sial bahkan membuat orang meninggal, menurut kepercayaan suku Dayak Taman.
Piang, seorang perempuan paruh baya yang tinggal di Betang Baligundi Desa Sibau Hulu, Kecamatan Putussibau Utara, Kapuas Hulu.
“Upacara bemanang dilakukan apabila ada orang yang sakit, kesurupan dan meninggal, upacaranya dilakukan dengan menyimpan sesajen di dalam wadah yang dianyam dan digantungkan di atas dek atap Rumah Betang, tujuannya adalah supaya roh jahat tidak mengganggu” ujar Piang, Selasa (25/12/2018).
Keunikan dari budaya ini adalah pada tariannya yang dimana para penari laksana seorang dukun yang membacakan jampi-jampi dalam bahasa Dayak Taman tujuannya agar tidak kembali diganggu oleh roh jahat, upacara ini sama dengan upacara buang pantang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/betang-baligundi.jpg)