Gas Elpiji 3 Kilogram Langka, Dijual Rp45 ribu Pertabung
Menjelang ujung tahun 2018, Gas Elpiji 3 Kilogram di Putussibau kembali langka, kalau adapun dijual seharga Rp45 ribu Pertabung di tingkat ecer.
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Madrosid
Laporan Wartawan Tribun Pontianak Sahirul Hakim
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Menjelang ujung tahun 2018, Gas Elpiji 3 Kilogram di Putussibau kembali langka, kalau adapun dijual seharga Rp45 ribu Pertabung di tingkat ecer.
Hal tersebut membuat sejumlah ibu rumah tangga di Putussibau mengeluh karena gas elpiji ukuran 3 kilogram kembali langka. "Belum lama kemarin gas 3 Kilogram tak tak langka, sekarang langka lagi, apa penyebabnya," ujar seorang ibu rumah tangga di Jl Lintas Selatan Kedamin Hilir Kecamatan Putussibau Selatan, Hasanah kepada Tribun, Senin (24/12/2018).
Ibu dua anak ini mempertanyakan, dimana tugas dinas terkait dan pihak penegak hukum. Tidak ada. ketegasan dalam mengawasi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Putussibau. "Gas elpiji ukuran 3 kilogram adalah untuk masyarakat kecil, bukan PNS, dan pengusaha," ungkapnya.
Baca: Update Terbaru Korban Tsunami Banten dan Lampung, 373 Tewas, Ini Video Penjelasan BNPB
Baca: Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun, Istri Ifan Seventeen Dylan Sahara Ditemukan Meninggal Dunia
Baca: Mantan Bupati Landak, Ajak Maknai Perayaan Natal dengan Aman dan Damai
Ibu rumah tangga lainnya, Yuyun menyayangkan kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram di Putussibau kembali langka. "Mau natal ini kasihan masyarakat yang membutuhkan gas elpiji 3 kilogram untuk mempersiapkan natal," ujarnya.
Dengan ini Yuyun berharap, kepada pihak yang berkepentingan dalam mengurus gas elpiji 3 kilogram untuk serius mengurus hak tersebut. "Jangan sampai gas 3 kilogram dijadikan sebagai maria kalangan tertentu, akhirnya masyarakat kecil jadi korban," ungkapnya.