Peran Pemuda Dalam Merawat Keberagaman
Jika ditarik kebelakang peran dan sumbangsih pemuda terhadap bangsa dan negara sudah diperlihatkan jauh-jauh hari sebelum bung karno dan bung hatta
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Dhita Mutiasari
Sebagai generasi selanjutnya pemuda harusnya memiliki jiwa kecintaan dan penghormatan terhadap setiap perbedaan. Karena pada hakikatnya perbedaan dan keberagaman merupakan karunia Tuhan yang mesti dijaga keberadaanya semaksimal mungkin tanpa adanya segragasi rasial.
Di sisi lain, ancaman terhadap keberagaman juga terlihat sangat mengkhawatirkan tatkala memasuki tahun politik. Karena isu-isu yang berbau SARA kerap kali dijadikan komoditas politik didalam pertarungan politik electoral yang bertujuan untuk mengeksplotasi emosi publik.
Hal tersebut kerap terjadi di dalam berbagai kontestasi politik sehingga menimbulkan gesekan-gesekan antar masyarakat yang memiliki background berbeda.
Ditambah lagi banyaknya faktor-faktor eksternal yang dapat mengancam keutuhan dan kesatuan nagara seperti infiltrasi dan gelaja proxy war yang terjadi akibat pengaruh globalisasi haruslah disikapi oleh pemuda secara serius dan waspada.
Karena tak banyak yang menyadari akan hal tersebut, maka sebelum semua bercerai-berai sudah sepantasnya keberagaman ini selalu dipandang dari segi positifnya, karena dengan begitu keberagaman yang ada akan membuat posisi negara justru lebih kuat dengan semangat persatuan dan kesatuan.
Pemuda hari ini memiliki tangunjawab moral sekaligus kewajiban untuk tetap menjaga dan merawat keberagaman yang diberikan oleh sang pencipta agar negara tetap survive di dalam keanekaragaman suku, agama, ras dan golongan.
Untuk mewujudkan hal tersebut tentu tidak bisa dilakukan secara sepihak, perlu adanya kerja kolektif antar anak bangsa sehingga mampu menjaga keberagaman dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari segala bentuk upaya yang bersifat melemahkan, agitasi dan propaganda. (*)