Pangdam XII/Tpr Tutup Hari Infantri ke 73 Tahun 2018 di Desa Sempatung

Rute yang dilewati yakni, Plasma 2-Ngabang-Jelimpo-Sosok-Simpang Tanjung-Kembayan-Beduai-Balai Karangan-Entikong.

Tayang:
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ALFON PARDOSI
Pangdam XII/Tpr bersama Bupati Landak saat menyerahkan penghargaan pada penutupan hari Infantri ke 73 tahun 2018 di Dusun Unyak, Desa Sempatung, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak pada Rabu (19/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Achmad Supriyadi menutup kegiatan peringatan Hari Infantri atau Hari Juang Kartika (HJK) di Dusun Unyak, Desa Sempatung, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak pada Rabu (19/12/2018) pagi.

Penutupan ditandai dengan upacara, dan tibanya pasukan Infantri yang berjalan kaki dari Plasma 2, Desa Amboyo Utara, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak pada Minggu (16/12/2018). Untuk tiba di Dusun Unyak, pasukan menempuh perjalanan sejauh 200 KM.

Baca: Perawat di Landak Gantung Diri, Situs Dayak Dirusak Satpam, hingga Tatung Disebut Budaya Sampah

Baca: Tegas! Heriadi Minta Jangan Ada Pungli di Landak

Rute yang dilewati yakni, Plasma 2-Ngabang-Jelimpo-Sosok-Simpang Tanjung-Kembayan-Beduai-Balai Karangan-Entikong. Para pasukan yang terlibat dibagi-bagi menjadi beberapa etape untuk sampai ditujuan.

Pada kegiatan penutupan tersebut, turut hadir Danrem 121/ABW Kolonel Inf Bambang Trisno Hadi, Kapendam Kolonel Inf Fahmi, Bupati Landak Karolin Margret Natasa, Dandim 1201 Mempawah Letkol Arm Anom Wirasunu.

Danyon Armed 16/Komposit Ngabang Letkol Arm Victor Jacob Lopulalan, para kepala OPD Landak, Camat Air Besar Heri Sarkinom, para Kades Kecamatan Air Besar, dan masyarakat Desa Sempatung.

Dalam upacara tersebut, diperagakan juga baris-berbaris oleh tentara tradisional tahun 1945 dengan peran pengganti untuk mengenang para pejuang. Selain itu, pembacaan amanat Panglima Besar Jendral Sudirman.

Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Achmad Supriyadi menerangkan,
Korps terbesar TNI AD saat ini adalah Korps infantri dan tidak akan bisa lepas untuk menjaga NKRI. Dimana pada tahun 1948, Panglima Besar Jendral Sudirman memerintahkan untuk mengusir penjajah yang kembali datang.

Pangdam juga menyampaikan, kenapa kegiatan peringatan hari Infantri dipusatkan di Sempatung, sebab ada perjuangan mempertahankan NKRI di sini. "Karena beberapa tahun lalu di sini ada pertempuran dengan PGRS Paraku," ulasnya.

Sehingga dirinya mengajak untuk menghayati itu semua, agar dapat menumbukan rasa patriotisme bersama dengan masyarakat. "Semoga apa yang kita lakukan ini, dapat memompa semangat perjuangan ke depannya," harapnya.

Sementara itu Bupati Landak Karolin Margret Natasa, menerangkan, dengan adanya kunjungan ini ingin membuktikan bahwa negara hadir ditengah-tengah masyarakat khsususnya di daerah yang memang perbatasan langsung dengan Malaysia.

Kemudian berkaitan dengan kondisi jalan serta pengembangan destinasi wisata, dirinya sudah mengumpulkan para Kades agar dana Desa yang ada dapat digunakan seefisen mungkin untuk kepentingan masyarakat.

"Jadi intinya pada kegiatan kali ini kita ingin menunjukkan bahwa negera hadir. Kemudian mengingatkan kembali perjuangan-perjuangan para pendahulu kita dalam mempertahankan NKRI," ungkapnya.

Selain itu juga, untuk para generasi muda saat ini bisa berjuang dengan caranya masing-masing pada era globalisasi. "Jangan sampai semangat nasionalisme tetap terjaga dengan baik di dalam hati sanubari," harapnya

Dandim 1201 Mempawah Letkol Arm Anom Wirasunu menambahkan, pihaknya sangat mengucapkan banyak terimakasih kepada masyarakat Dusun Unyak, Desa Sempatung yang sudah bekerjasama dengan baik sehingga suksesnya kegiatan tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved