Citizen Reporter
Dokter Frandy Ajak Kenali Bahaya Penyakit Maag
Gejala yang dirasakan dari penyakit ini adalah: nyeri ulu hati, rasa terbakar di dada, rasa begah, kembung dan mual-muntah.
Penulis: Jovanka Mayank Candri | Editor: Dhita Mutiasari
Citizen Reporter
Dr Frandy
Dokter Umum PTT RS Santo Vincentius
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sindrom dispepsia merupakan suatu kumpulan gejala yang muncul yang menyebabkan ketidaknyaman pada perut bagian atas.
Sindrom dispepsia ini lebih banyak dikenal orang awam sebagai sakit maag.
Gejala yang dirasakan dari penyakit ini adalah: nyeri ulu hati, rasa terbakar di dada, rasa begah, kembung dan mual-muntah.
Penyakit ini dapat terjadi pada siapa saja tanpa memandang status usia dan jenis kelamin.
Baca: Dari Babi Asal Malaysia Hingga Trenggiling, Ini Sejumlah Kasus Sepanjang Desember di Polres Sanggau
Baca: Jose Mourinho Pergi, Michael Carrick Tangani Manchester United Hingga Akhir Musim
Sindrom dispepsia umumnya bukan pertanda masalah kesehatan yang serius.
Namun, bukan berarti dispepsia bisa dianggap sepele oleh kita.
Tanpa adanya perbaikan dari pola hidup maupun pemeriksaan dan penanganan yang tepat dari dokter yang ahli, sindrom dispepsia ini bisa saja menjadi gejala penyakit pencernaan yang lebih parah.
Baca: Rumor Pelatih Liga 1 - Persib Bandung Dekati Luis Milla hingga Dejan Antonic ke Persija Jakarta
Baca: Banjir Terjadi di Sebagian Wilayah Sintang, BPBD Imbau Waspada Mandi Terbawa Arus
Dokter Umum PTT RS Santo Vincentius Singkawang dr Frandy memaparkan, angka kunjungan kasus dispepsia dipelayanan kesehatan mencakup 30% dari pelayanan dokter umum dan 50% dari pelayanan dokter spesialis penyakit dalam dan saluran cerna.
Berdasarkan data yang diteliti dr Frandy pada 2017-2018, di Singkawang dan tiga kabupaten sekitarnya, setidaknya terdapat lebih dari 200 pasien dalam setahun yang mengalami gangguan sindrom dispepsia dan harus menjalani tindakan endoskopi (teropong lambung).
Tingginya angka tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor seperti: masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk berobat ke tenaga kesehatan, konsumsi obat-obat yang merusak lapisan dinding lambung seperti jamu-jamu, obat anti nyeri hingga konsumsi alkohol, serta pola hidup dan makan yang merangsang peningkatan asam lambung.
Dr Frandy mengimbau semua pasien dengan tanda bahaya seperti usia lebih dari 45 tahun, penurunan berat badan tiba-tiba, kesulitan menelan, anemia, muntah darah dan buang air besar berwarna hitam untuk segera berobat ke rumah sakit yang memiliki sarana endoskopi guna mengetahui kelainan langsung pada organ saluran cerna tersebut.
Jika pada pasien yang mengalami sindrom dispepsia tanpa diikuti dengan gejala dari tanda bahaya diatas, maka pasien masih dapat dievaluasi selama dua pekan dan diberikan obat oleh dokter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/dokter-umum-ptt-rs-santo-vincentius-dr-frandy.jpg)