PMII IAIN Pontianak Kupas Sejarah Keraton Kadriyah Pontianak
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia IAIN Pontianak adakan kunjungan ke Kraton Kadriyah Pontianak.
Citizen Reporter
Marta
Kader PMII
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia IAIN Pontianak adakan kunjungan ke Kraton Kadriyah Pontianak.
Kegiatan ini dalam rangka refleksi sejarah kota Pontianak yang bertujuan untuk mengenal dan menguatkan lagi sejarah Kota Pontianak. (16/12)
Mengenalkan sejarah yang ada di Kota Pontianak ini menjadi tanggungjawab bersama masyarakat Pontianak kepada warga dari luar Pontianak yang datang berkunjung dan juga masyarakat yang datang mengenyam pendidkan seperti kader PMII ini.
Langkah yang baik yang telah di lakukan oleh Sahabat Alam yang dimotori oleh PMII Komisariat IAIN Pontianak dan PMII Pontianak Raya ini yang telah mengajak untuk sama-sama mengenal sejarah.
Baca: Berprestasi, 17 Personel Polres Mempawah Diganjar Penghargaan oleh Kapolres
“Harapan saya dengan diadakannya kegiatan ini, agar sahabat yang tergabung di Sahabat Alam khusunya juga sahabat PMII umumnya bisa belajar sejarah para pendiri kota Pontianak ini secara langsung, dan juga mengetahui sejarah tentang Lambang Negara, apalagi beliau ( Sultan Hamid II ) merupakan putra Pontianak asli, dan pada intinya saya berharap sahabat-sahabati PMII tidak melupakan sejarah” ungkap Mustofa ketua PC PMII Pontianak Raya.
Kegiatan ini dilaksanakan pukul 13 : 00 WIB dengan 40 kader PMII yang sangat antusias.
Di awali dengan mengenalkan barang-barang bersejarah, nasab-nasab keturunan Sultan Abdurrahman Al-Qadri hingga pembahasan sejarah tentang pencetusan Lambang Negara Indonesia.
Marta selaku kader PMII IAIN Pontianak Raya menyatakan bahwa “ kegiatan seperti ini diharapkan bisa berkelanjutan, agar memperkaya pengetahuan kader tentang sejarah. Dengan harapan juga bisa menelusuri sejarah-sejarah lainnya khususnya di Kalimantan Barat”.
“Dengan diadakannya refleksi sejarah ini menambah pengetahuan kader lebih detail mengenai sejarah berdirinya kota pontianak dan pengesahan nama Pontianak itu sendiri yang selama ini tumpang tindih beredar di media social. Namun tak hanya di kraton saja kita juga mengakhiri kegiatan ini dengan doa bersama di makam Sultan Syarif Abdurrahman selaku pendiri dan sultan pertama kerajaan pontianak” ujar dayat selaku ketua Sahabat Alam.
Seperti yang selalu di ingatkan oleh bapak Syarif Hamdan selaku penjaga keraton bahwasannya jangan pernah menghilangkan sejarah apalagi sejarah di tanah kelahiran kita. Membakar semangat kader untuk lebih banyak lagi mengeksplor sejarah-sejarah lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pmii-iain-pontianak-mengupas-sejarah-keraton-kadriyah-pontianak.jpg)