Menurut PARA Syndicate, Ini Penyebab Tren Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Menurun

Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo melihat, menurunnya tren elektabilitas pasangan capres dan cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin disebabkan

Editor: Rihard Nelson
Prabowo Subianto dan Joko Widodo di Pilpres 2019. 

Menurut PARA Syndicate, Ini Penyebab Tren Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Menurun

TRIBUNPONTIANAK. CO. ID, JAKARTA - Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo melihat, menurunnya tren elektabilitas pasangan capres dan cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin disebabkan retorika kampanye yang diperlihatkan pasangan nomor urut 01 itu beserta tim suksesnya yang cenderung reaktif terhadap isu yang dilempar pesaingnya.

Catatan PARA Syndicate, tren elektabilitas Jokowi-Ma'ruf menurun selama periode Agustus hingga November 2018.

Kesimpulan itu setelah PARA Syndicate menganalisis hasil survei 12 lembaga.

"Dinamika kampanye cenderung reaktif dan responsif, dan nampak sekali bahwa timses, bahkan Pak Jokowi sendiri sempat hanyut pada genderang yang dimainkan lawan," ungkap Ari saat merilis hasil perhitungan tersebut di kantor PARA Syndicate, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (14/12/2018).

Ia melihat hal itu tercermin dari istilah politisi "sontoloyo" dan politik "genderuwo", yang sempat dilontarkan Jokowi.

Ari berpendapat, kesibukan menangkal isu dari lawannya membuat topik mengenai rencana pembangunan Indonesia lima tahun ke depan terabaikan.

Program Nawacita II dinilai Ari belum digemakan. Faktor lain yang berpengaruh terhadap menurunnya tren elektabilitas adalah strategi kubu Jokowi-Ma'ruf yang disebutkan Ari bersifat monoton dan linear.

Kemudian, peran Ma'ruf sebagai cawapres belum signifikan untuk mendulang suara.

Baca: Liverpool Vs Man United, Mourinho Tantang Klopp Menangkan Satu Trofi

Baca: PARA Syndicate: Elektabilitas Jokowi-Maruf Amin Menurun Sementara Prabowo-Sandiaga Meningkat

Baca: Viral Video Kekerasan di SMKN 4, Ternyata Sekolah Ini Punya Prestasi Provinsi hingga Internasional

Menurut Ari, pembagian peran untuk menarik suara belum terlihat.

"Kelihatan bahwa figur Ma'ruf belum bisa mendatangkan elektoral, suara-suara untuk Pak Jokowi," kata dia.

Sebelumnya, PARA Syndicate menganalisis 12 hasil survei terkait elektabilitas paslon dari lembaga survei yang dianggap kredibel. 

Setelah mereka menarik regresi linear dari data-data tersebut, tren elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf, menunjukkan penurunan.

Di sisi lain, tren elektabilitas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno justru naik.

Seluruh survei yang dianalisis menggunakan metode multistage random sampling, dengan jumlah responden sekitar 1.500 orang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved