Mendagri Sebut Ancaman Bangsa Paling Berat Radikalisme dan Terorisme
Kota Singkawang meraih penghargaan peringkat pertama sebagai kota tertoleran di Indonesia dari Setara Institute .
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Madrosid
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Kota Singkawang meraih penghargaan peringkat pertama sebagai kota tertoleran di Indonesia dari Setara Institute .
Penghargaan diberikan langsung Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo kepada Wakil Wali Kota Singkawang, Irwan di Jakarta, Jumat (7/12/2018).
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo mengapresiasi Setara Institute yang cukup konsisten memperjuangkan toleransi di Kota Singkawang.
Baca: Pentingnya Kesamaan Hak Pada Pelayanan Publik Perlu Ada Sinkronisasi Dari Berbagai Regulasi
Ini penting sekali karena tantangan bangsa ke depan setelah 73 tahun merdeka ini bukan kembali pada masalah sandang, pangan dan papan.
"Tantangan pertama adalah masalah radikalisme terorisme. Ini ancaman bangsa yang paling berat sekali," katanya.
Ancaman ini bukan tanggungjawab kepolisian dan TNI, melainkan tanggungjawab semua lapisan masyarakat Indonesia.
"Kita harus berani menentukan sikap siapa kawan siapa lawan kepada perorangan, kelompok, golongan yang dia anti Pancasila, kemajemukan, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI itu lah lawan kita," tegasnya.
Tantangan kedua adalah Narkoba, ketiga area rawan korupsi dan keempat ketimpangan masalah sosial. Ini 4 tantangan yang oleh pemerintah sekarang melakukan percepatan pembangunan infrastruktur ekonomi dan infrastruktur sosial dengan baik.
"Insa Allah akhir tahun 2018 ini, percepatan pembangunan ini sudah bisa diselesaikan dengan cepat dan baik," ucap Mendagri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kota-singkawang-meraih-penghargaan-peringkat-pertama.jpg)