Bongkar Muat Feri Terhenti, Marhali Beberkan Penyebabnya
satu di antara daerah di Kayong Utara yang menyediakan bauksit ada di Desa Matan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir.
Penulis: Faiz Iqbal Maulid | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Adelbertus Cahyono
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Aktivitas bongkar-muat kendaraan ke kapal feri di Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara terhenti selama sepekan terakhir meski pelabuhan sudah dipindahkan ke dermaga swasta milik Marhali.
Sebagaimana diketahui, aktivitas bongkar muat terpaksa dipindahkan lantaran pelabuhan ferry di kecamatan itu mengalami kerusakan beberapa waktu lalu.
Marhali menjelaskan, aktivitas bongkar muat itu terhenti karena jalan menuju pelabuhan rusak parah.
Baca: Hujan Deras Guyur Sanggau, Tonton Videonya
Baca: Tersandung Kasus Pidana, Dua Personel Polresta Pontianak Dipecat Dengan Tidak Hormat
Marhali mengaku sempat menimbun jalan tersebut agar truk-truk tetap bisa lewat.
Namun, karena cuaca memburuk, jalan tanah itu justru semakin rusak.
"Ini baru bisa ditanggulangi menggunakan tanah yang ada unsur bauksitnya," kata Marhali, Kamis (6/12/2018).
Ia mengatakan, satu di antara daerah di Kayong Utara yang menyediakan bauksit ada di Desa Matan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir.
Baca: Hadiri Maulid Akbar, Sultan Melvin Ajak Masyarakat Menjaga Keamanan Kota Pontianak
Akan tetapi, ketika Ia meminta stafnya untuk membeli bauksit disana, pihak perusahaan yang menguasai lahan pertambangan tidak mau menjual kepada dirinya.
Pihak perusahaan beralasan karena yang dikerjakan merupakan kepentingan pribadi.
"Ya kita berharap Pemkab bisa memfasilitasi untuk mendatangkan tanah yang mengandung unsur bauksit," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bongkar-teluk-batang.jpg)