Dukung Sawit Berkelanjutan, Ini Upaya yang Dilakukaan WWF

Sustainable Palm Oil Program Manager World Wide Fund for Nature (WWF), Indonesia, Putra Agung, menyampaikan secara terang-terangan

Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/BELLA
Sustainable Palm Oil Program Manager World Wide Fund for Nature (WWF), Indonesia WWF Indonesia, Putra Agung, saat menyampaikan materi dalam media gathering ruang Grand Asoka, Hotel Ibis Pontianak, pada (29/11/2018).  

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella 
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sustainable Palm Oil Program Manager World Wide Fund for Nature (WWF), Indonesia, Putra Agung, menyampaikan secara terang-terangan bahwa bagi WWF sawit bukan masalah.

"Sama halnya dengan karet, lada, beras, dan sebagainya, sawit hanya sebuah komoditi," katanya saat menyampaikan materi dalam media gathering, yang dilaksanakan di ruang Grand Asoka, Hotel Ibis Pontianak, pada (29/11/2018).

Namun bukan berarti tidak ada persoalan terkait hal ini, dimana Putra juga menerangkan berapa hal yang menjadi persoalan bagi WWF terkait keberadaan sawit di Indonesia.

Baca: Apresiasi Aksi Petugas Damkar, Kapolresta Pontianak Kota Imbau Warga Jangan Lengah

"Yang jadi masalah adalah, kenapa sawit ada di tama nasional, kenapa sawit ada di hutan lindung, kenapa sawit membongkar sebegitu luas hutan. Itu yang masalah buat kami," katanya.

Maka, untuk menghadapi persoalan tersebut, khususnya di Kabupaten Sintang, WWF bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sintang berupaya mendorong pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan.

Hal tersebut dilakukan, melalui upaya 
pendampingan dan penguatan terhadap petani sawit swadaya yang dimulai sejak 2014.

Guna memastikan perkebunan kelapa sawit, khususnya swadaya dibangun di area yang sesuai dengan tata ruang kabupaten dan memastikan produktivitas kebunnya tinggi dan tetap berwawasan lingkungan.

Kerjasama tidak hanya dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten Sintang, tetapi juga dengan United Nations Development Programme (UNDP), dengan meluncurkan Program Kemitraan Pertumbuhan yang Baik yaitu, Good Growth Partnership (GGP) yang dimulai sejak Desember 2017.

Program ini difokuskan untuk mendorong praktik pengembangan dan pengelolaan perkebunan berkelanjutan, pada komoditas kelapa sawit yang menyasar petani swadaya mandiri atau petani di luar perusahaan dan plasma.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved