Ini Tanggapan Kemenpan Terkait "Passing Grade" dan Tingginya Pelamar CPNS Tak Lolos

Panitia langsung menempel seluruh nama peserta dan perolehan nilainya di papan informasi yang terletak di depan ruang tunggu para peserta.

Editor: Marlen Sitinjak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANESH VIDUKA
Peserta ujian CPNS dilingkungan Kementerian Agama kantor wilayah Kalimantan Barat menunggu di ruang tunggu sembari mendengarkan pengarahan dari panitia sebelum memasuki ruangan tes di gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) provinsi Kalimantan Barat, Pontianak, Sabtu (3/11/2018). Jumlah total peserta CPNS yang lulus administrasi di lingkungan Kementerian Agama Kalbar berjumlah 2241. Dari jumlah tersebut, sebanyak 228 peserta merupakan formasi IAIN Pontianak, 1.950 formasi Kanwil, dan 63 peserta formasi Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri (STAKatN). Tes berlangsung sejak 3-5 November 2018. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan RB) Mudzakir menyampaikan, penetapan nilai ambang batas merupakan hasil dari pembahasan panitia seleksi nasional CPNS dengan anggota berbagai kementerian atau lembaga.

Terkait dengan apakah akan ada penurunan passing grade, saat ini Kemenpan RB belum mengambil keputusan.

"Saat ini kami masih berpegang pada ketentuan yang ada," kata Mudzakir, Jumat (09/11/2018).

Passing grade yang ada, lanjut dia, dimaksudkan untuk menjaring CPNS yang unggul. Ia menambahkan, pihaknya menyadari bahwa banyak pelamar yang tidak lolos.

"Hal ini akan dicarikan solusinya yang baik," ujar Mudzakir.

Baca: Galang Donasi Korban Bencana Alam Sulteng, Alumni FH Untan Gelar Konser Kemanusian Pro Justitia

Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan mengatakan, passing grade yang ditentukan panitia telah disesuaikan dengan standar yang ada.

"Enggak juga (nilai ambang batas tinggi). Tingkat kesulitan soal yang disiapkan Kemendikbud dan asosisasi PTN sudah ada standarnya," kata Ridwan, Jumat (09/11/2018).

Hanya saja, lanjut dia, pengacau atau opsi jawaban memang dibuat sedemikian rupa sehingga bisa terkesan menyulitkan. Ridwan menyampaikan, hal ini merupakan pengembangan dari soal-soal SKD.

"Jika tidak melakukan evolusi soal, maka soal-soal akan semakin mudah ditebak," ujar dia.

Ia juga memberikan tanggapan mengenai banyaknya peserta yang tidak dapat memenuhi nilai ambang batas SKD.

Menurut dia, saat ini panitia seleksi nasional sedang mematangkan masukan-masukan yang ada terkait dengan passing grade Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS.

"Sabar ya, panitia seleksi nasional sedang menggodok semua masukan dari Ombudsman, BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Badan Standardisasi Nasional, tim QA dengan data PG (passing grade) nasional," kata Ridwan.

Lolos Lima Orang

Sementara itu di Kabupaten Mempawah digelar SKD berbasis Computer Assisted Tes (CAT), Jumat pagi (09/11/2018). Pada hari pertama tersebut digelar empat sesi tes. Hasilnya, 18 orang peserta lolos passing grade.

Sesi pertama lima orang, sesi kedua empat orang, sesi ketiga lima orang dan sesi terakhir empat orang.

"Sementara hari ini sudah 18 orang yang lulus tahap SKD. 5,4,5,4, dan mudah-mudahan sampai akhir nanti seluruh formasi terisi," ujar Kepala BKPSDM Mempawah Abdullah.

Terkait banyaknya peserta di wilayah lain yang tak lulus pada tahap SKD, Abdullah tak dapat berkomentar banyak, dan pihaknya masih belum bisa memastikan langkah selanjutnya, dan melihat kebijakan selanjutnya sembari menunggu hasil tes secara keseluruhan.

Dari Pantauan Tribun nama peserta yang lolos langsung diumumkan di papan informasi.

Panitia langsung menempel seluruh nama peserta dan perolehan nilainya di papan informasi yang terletak di depan ruang tunggu para peserta.

Secara keseluruhan, peserta tes CPNS di Kabupaten Mempawah mencapai 1.998 orang. Tes digelar 9-14 November 2018 mendatang.

Kepala Bidang Pengangkatan dari Kantor BKN Regional 5 DKI Jakarta Rukmana menilai bahwa Pelaksanaan Tes CPNS di hari pertama di Kabupaten Mempawah sudah baik.

Ia menilai sebanyak 18 peserta yang berhasil lulus di hari pertama sebagai awal yang baik.

"Ini awal yang baik, mudah-mudahan hingga beberapa hari kedepan selesai nya tes ini dapat terpenuhi semua formasi," tuturnya.

Ia meyakinkan bahwa pelaksanaan tes CPNS saat ini seluruhnya bersifat transparan.

Baca: Update Terbaru Peserta Yang Memenuhi Passing Grade CPNS Kabupaten Sambas

"Kami juga tujuannya dengan perubahan dari manual ke digital agar masyarakat tahu, seleksi CPNS ini transparan. Untuk nilai juga bisa di lihat semua di monitor yang telah disiapkan, sehingga di harapkan orang yang lulus tes CPNS memang yang terbaik," ujarnya.

Ia pun berpesan kepada seluruh peserta yang akan menjalani tes esok hari dan selanjutnya untuk dapat tenang dan percaya diri.

"Soal ini kan ada 3 bagian, tidak jaminan semua orang pintar bisa menjawab soal yang ada, sehingga memang dibutuhkan ketenangan dan kepercayaan diri yang tinggi," pesannya.

Bahkan, pada saat sesi terakhir, dari pemantauan pihaknya, ada peserta yang nilainya sudah mencapai batas aman, diubah kembali jawabannya, sehingga membuat peserta tersebut menjadi gagal.

Kabupaten Sekadau juga menggelar Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS dengan CAT. Dari 1.788 peserta yang lulus seleksi administrasi dan mengikuti tahap selanjutnya, hanya 37 peserta yang lulus passing grade SKD hingga sesi terakhir tes pada, Jumat (09/11/2018).

Wakil Bupati Sekadau, Aloysius mengungkapkan, dalam satu formasi terdapat tujuh peserta yang lolos. Padahal, dalam formasi tersebut hanya dibutuhkan sebanyak dua orang.

“Berarti kan perlu seleksi lagi. Mudah-mudahan hari ini hari terakhir seleksi ada yang lolos,” ujar Aloy.

Aloy berharap, formasi yang diusulkan sebanyak 81 orang tersebut bisa terpenuhi. Ia mengakui, jika melihat situasi yang ada memang cukup sulit untuk memenuhi passing grade yang telah ditetapkan.

“Kalau formasi yang ada tidak terpenuhi, nanti akan dilihat kembali. Paling tidak Pemkab melalui Sekda dan BKPSDM berkonsultasi lagi ke Kemenpan-RB,” ucapnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sekadau, Zakaria, mengungkapkan, bila formasi sebanyak 81 tidak terpenuhi maka pihaknya akan menyurati Menpan-RB.

Hal ini dilakukan sebagai upaya agar ada regulasi lain untuk mengatasi kondisi tersebut.

“Apakah nanti sistemnya passing grade diturunkan atau sistem ranking. Nanti akan dikonsultasikan. Sehingga, 81 itu nantinya bisa terpenuhi karena itu kebutuhan daerah,” ujarnya.

Ia pun berharap, Kemenpan-RB mau merubah regulasinya. Bahkan, kata dia, tim pusat juga akan menyampaikan agar dibuat regulasi yang lebih rasional.

“Bahkan Menteri bilang, momok CPNS sekarang passing grade yang tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu satu di antara peserta tes CPNS yang lolos SKD CPNS Kabupaten Sekadau, Endah Purnama Sari, mengaku senang dan tidak menyangka bisa lolos.

Perempuan berusia 23 tahun itu mengatakan, dirinya tak menyangka bisa lolos lantaran persiapan yang dilakukannya dirasa masih kurang.

“Akhirnya jauh-jauh dari Ketapang ke Sekadau, nginap di Sintang dan tes di Sekadau dan ada hasilnya. Meski persiapannya belajarnya kurang, tapi karena sudah niat dan fokus mengerjakannya akhirnya bisa,” ujarnya.

Endah mengambil formasi Pengendalian Dampak Lingkungan ahli pertama di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sekadau. Endah merupakan satu diantara 37 peserta yang lolos SKD CPNS Kabupaten Sekadau.

“Dari awal saya memilih formasi di Sekadau sudah ada komitmen (tidak pindah). Kalau tidak ada komitmen dari awal tentu saya tidak bisa melangkah sejauh ini,” pungkas alumnus Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta itu.

Dihubungi terpisah Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan dan Mutasi BKPSDMAD Sambas, Abdul Muin, mengatakan dalam dua hari pelaksanaan test CPNS di Kabupaten Sambas, di hari pertama yang memenuhi SKD 42 orang.

Baca: Inilah Dua Agenda Penting di Kapuas Hulu Yang Akan Dilaksanakan Besok, Termasuk Seleksi CPNS

“Kalau yang hari ini di tiga sesi baru dua orang itu yang memenuhi passing grade. Selanjutnya akan masuk ke seleksi kompetisi bidang," ujar Abdul Muin yang juga Koordinator Seleksi tersebut.

Ia menjelaskan, di hari pertama tes diikuti 1.170 orang. Sementara itu, di hari kedua yang telah dilaksanakan tiga sesi tes diikuti 702 peserta.

Dari pantauan Tribun, hingga sesi empat hanya 15 orang peserta yang memenuhi passing grade di hari kedua tes.

Jadi jika dikalkulasikan hari pertama dan hari kedua, jumlah yang memenuhi passing grade dua hari ini adalah 55 orang.

Menurutnya, kondisi banyaknya peserta yang tidak memenuhi passing grade bukan hanya terjadi di Kabupaten Sambas, tapi juga di daerah-daerah lainnya.

Sebab, setelah coba dicek dengan cara bertanya langsung kepada peserta, banyak yang mengaku kesulitan di Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

"Kalau secara keseluruhan bukan hanya Sambas yang tingkat pemenuhan SKD yang rendah, tapi juga di daerah lain. Jadi yang paling banyak gugur itu di TKP, Karena kita coba tanya dengan yang tes rata-rata yang kesulitan itu di TKP," tuturnya.

Ia juga menuturkan, sesuai dengan aturan yang ada, maka semua kabupaten-kota harus melaksanakan tes seusai dengan apa yang telah di jadwalkan oleh pusat. Kabupaten Sambas mendapat jadwal pada 8 November hingga 13 November 2018 ini, dengan total peserta 6.424 orang.

Setelah dua hari pelaksanaan tes ada kurang lebih 1.872 peserta yang telah melakukan test dan 20 orang di antaranya tidak hadir hingga dengan tes di sesi ke tiga hari ini. (ver/gam/one)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved