PLN Bangun Interkoneksi Guna Meminimalisir Kekurangan Daya

Agar bisa dikonsumsi masyarakat, tegangan listrik pada jaringan tegangan menengah (TM) 20 kV ini diturunkan lagi menjadi 220 volt melalui trafo

PLN Bangun Interkoneksi Guna Meminimalisir Kekurangan Daya
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Gardu Induk Bengkayang 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Memperingati Hari Listrik Nasional ke-73 pada 27 Oktober mendatang, PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat berkeinginan mengajak masyarakat mengenal lebih dekat BUMN tersebut. Terkait upaya PLN dalam menjaga pasokan listrik serta peningkatan mutu layanan kepada masyarakat, beberapa jurnalis diajak berkeliling khususnya ke Gardu Induk guna menyimak bagaimana proses energi listrik diproduksi hingga sampai ke rumah pelanggan, Rabu (24/10/2018).

Tahukah anda dari mana energi listrik itu diproduksi dan bagaimana mekanisme penyalurannya? Energi listrik berasal dari berbagai mesin pembangkit dengan mengubah beberapa sumber energi menjadi listrik. Energi listrik yang dihasilkan itu berupa daya listrik yang disalurkan ke rumah-rumah. Lalu bagaimana penyalurannya?

Mesin pembangkit listrik di Kalimantan Barat menggunakan berbagai macam sumber energi seperti air, batubara, solar, biomassa. Pembangkit-pembangkit listrik berasal dari milik PLN sendiri, rental, IPP (Independen Power Plan), dan import dari Sesco Malaysia.

Baca: KPU Gelar Pencermatan Bersama DPTHP

Baca: Tujuh Desa di Tujuh Kecamatan Jadi Pilot Program Project P2-Emas Sintang 2018

Baca: Detik-Detik Adu Penalti Shedboys Vs Arsekap

Humas Unit Induk Wilayah Kalbar memberikan penjelasan bahwa energi listrik yang dihasilkan pembangkit itu tidak bisa langsung masuk ke rumah-rumah pelanggan. Sebelum disalurkan energi listrik itu harus disesuaikan tegangannya. Energi listrik yang dihasilkan oleh mesin pembangkit kemudian disalurkan melalui jaringan tranmisi, Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT).

"Di Kalimantan Barat tegangan listrik disalurkan melalui jaringan transmisi (SUTT) 150 kV, itu merupakan tegangan tinggi menuju ke Gardu Induk (GI). Pada gardu induk lah tegangan diturunkan dari 150 kV menjadi 20 kV. Tujuannya apa? Yakni agar dapat disalurkan ke pelanggan," paparnya.

Agar bisa dikonsumsi masyarakat, tegangan listrik pada jaringan tegangan menengah (TM) 20 kV ini kemudian diturunkan lagi menjadi 220 volt melalui trafo-trafo distribusi yang biasanya terpasang disekitar pemukiman warga. Ini menjadi pintu untuk pendistribusian ke rumah-rumah pelanggan.

Untuk meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat, PLN Kalimantan Barat membangun sistem interkoneksi dalam penyaluran dan pendistribusian energi listrik yang menghubungkan beberapa wilayah Kabupaten/Kota. Interkoneksi ini lebih kita kenal dengan sebutan sistem kelistrikan Khatulistwa.

Interkoneksi sistem Khatulistiwa ini menghubungkan dan menyalurkan listrik dari Bengkayang, Singkawang, Sambas, Mempawah, Landak, Pontianak, Kubu Raya dan Sanggau (baru di Tayan) sepanjang 986 kms.

Baca: Puas Keputusan Hakim Atas Kasus Bomb Joke, Jaksa Sesuaikan Sikap

Baca: Inilah Komentar Sutarmidji Terkait Komitmen Berantas Korupsi dan Pungli

Baca: Peringati Harjad Kota Pontianak Ke-247, SMPN 11 Kota Pontianak Gelar Lomba Lestarikan Kebudayaan

"Keuntungan sistem interkoneksi ini tentunya dapat meminimalisir kekurangan daya listrik di satu kawasan, karena dapat disuplai dari daerah lain yang kebetulan memiliki kelebihan daya listrik, dan pastinya gangguan kelistrikan bisa cepat diatasi," ungkapnya.

Sebab distribusi dibangun dua jalur. Jalur pertama dari Bengkayang, masuk ke Singkawang, Sambas, Mempawah hingga berakhir di Pontianak. Jalur kedua, dari Bengkayang, masuk ke Landak, ke Tayan (Sanggau), kemudian Kubu Raya dan ke Pontianak. Namun bila terjadi gangguan pada satu titik, maka ikut berdampak pada titik lainnya.
Listrik yang masuk dalam sistem khatulistiwa ini tersuplai dari PLTU 3, Tanjung Gundul Bengkayang. Lalu dari Malaysia, dan kemudian pembangkit listrik lainnya.

Pengaturan pembagian daya listrik ini dilakukan di ruang Regional Control Center (RCC) di Area Penyaluran dan Pengaturan Beban (AP2B). Di ruang inilah petugas mengatur jumlah beban yang dipakai dan disuplai dari pembangkit.

Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved