Kohati Cabang Sambas Desak Pengungkapan Kasus Pencabulan Warga Sambas di Malaysia
Menurut Vivi, sedikit banyak adanya kasus seperti ini juga dikarenakan kelalaian Pemerintah dalam melakukan pengawasan
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Ketua Umum korp HMI Wati (Kohati) Cabang sambas, Vivi Cikita mendesak Pemda Sambas dan Kepolisian Resort Sambas untuk serius menangani kasus pencabulan terhadap warga Sekura, Kecamatan Teluk Keramat, yang menjadi korban pencabulan di Malaysia.
Sebagaimana diketahui, korban adalah anak dibawah umur yang dicabuli di Malaysia.
"Karena kejadian ini terjadi Malaysia kita berharap pihak kepolisian bergerak cepat dalam menangani kasus ini, jika polisi tidak bertindak cepat bisa saja pelaku yang juga warga Sambas ini kabur dan melarikan diri," ujarnya, Minggu (21/10/2018) sebagaimana rilis yang diterima Tribun.
Menurut Vivi, sedikit banyak adanya kasus seperti ini juga dikarenakan kelalaian Pemerintah dalam melakukan pengawasan terhadap oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Ia menambahkan, apalagi jika hal tersebut dilakukan secara ilegal. Karena ada oknum-oknum yang mengirim TKI ke Malaysia.
"Namun pembiaran nasib TKI pun juga tidak dibenarkan, walaupun TKI tersebut dikirim oleh oknum secara ilegal, namun pemerintah juga sebaiknya tetap memelihara nasib TKI tersebut," sambungnya.
"Karena bagaimanapun juga korban adalah warga Kabupaten Sambas, yang patut di jaga hak asasinya dimanapun mereka berada," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/vivi-cikita_20181021_094648.jpg)