Penculikan Anak di Pontianak Hoax, Begini Analisa Hoax Crisis Center (HCC) Kalbar
Namun dalam link berita media mainstream disebutkan bahwa foto pria babak belur itu adalah Iskandar.
Penulis: Nina Soraya | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Hoax Crisis Center (HCC) Kalbar mengimbau masyarakat untuk waspada dengan kabar bohong atau hoaks terkait penculikan anak di Kota Pontianak.
Hal ini didasari dalam beberapa hari ini, aplikasi media sosial khususnya whatsapp grup (WAG) menyebarkan informasi tentang seseorang yang tertangkap karena dituduh sebagai penculik anak.
Pria yang tergambar dalam foto tersebut dengan wajah babak belur dan ditambah dengan keterangan "penculikan anak di griya pratama jl.tabrani Anak st alhamdulillah gagal penculikan nye"
Isu ini secepat kilat dibahas di jagad maya dan grup-grup whatsapp.
Banyak pula yang percaya. Apalagi dibumbui dengan foto seorang pria yang sudah babak belur dihajar massa. Seakan, membenarkan pria itu adalah pelaku penculikan anak.
Baca: Ini Langkah Agar tak Menjadi Korban Berita Hoax Menurut Ketua Pewarsa
Dari penelusuran yang dilakukan HCC Kalbar dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Pontianak lewat pengecekan melalui media sosial dan media mainstream yang ada didapati foto yang sama dimuat pula dalam kabar hoaks penculikan anak di Bogor.
Namun hoaks ini langsung terbantahkan lewat pemberitaan yang dilakukan Tribun Bogor.
Berikut link : http://bogor.tribunnews.com/2018/10/17/foto-pria-ini-tersebar-disebut-sebagai-penculik-anak-di-bogor-ini-kejadian-sebenarnya
Dari foto yang dipajang jelas sekali adalah orang yang sama yang dituduhkan melakukan penculikan anak di Kota Pontianak.
Namun dalam link berita media mainstream disebutkan bahwa foto pria babak belur itu adalah Iskandar.
Pria 41 tahun itu memang babak belur dihajar massa setelah tertangkap tangan mencuri handphone (HP) di sebuah warung milik warga di Kampung Cipambuan, Desa Cipambuan, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.
Modusnya, berpura-pura ingin makan.
Baca: Terbongkar Kabar Terkini Ratna Sarumpaet Si Penebar Hoaks
Namun aksinya berhasil diketahui pemilik warung dan diteriaki maling. Iskandar ditangkap dan dihajar massa, pada Selasa (16/10) sekira pukul 08.00 Wib.
Project Manager HCC Kalbar, Nina Soraya mengatakan, dua hari ini HCC memang mendapatkan sejumlah pertanyaan dari netizen terkait hoaks penculikan anak.
"Nah, mendapat pertanyaan itu, kita segera melakukan penelusuran dan verifikasi melalui media sosial dan media mainstream yang ada. Maka tim cek fakta kami menemukan bahwa itu adalah hoaks berjenis disinformasi," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kabar-penculikan_20181018_230551.jpg)