Pilpres 2019
Markus Dukung Gidot Bebaskan Pilihan Kader di Pilpres
Ia pun mengatakan, tentunya keinginan masyarakat tidaklah bisa dikekang dan partai sendiri tidak bisa memaksakan figur yang diinginkan
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Komisi V DPRD Provinsi Kalbar dari Partai Demokrat, Markus Amid mendukung statment dari Ketua DPD Partai Demokrat, Suryadman Gidot yang membebaskan kadernya untuk memilih di Pilpres.
"Saya kira itu perlu kita apresiasi karena partai memberi keleluasaan pada masyarakat," katanya, Selasa (09/10/2018) saat dihubungi.
Baca: Gidot Bebaskan Pilihan di Pilpres, Tanto : Kita Fokus Pileg
Baca: Belum Terima Intruksi Khusus, Gidot : Mau Pilih Prabowo Silahkan, Mau Jokowi Silahkan
Ia pun mengatakan, tentunya keinginan masyarakat tidaklah bisa dikekang dan partai sendiri tidak bisa memaksakan figur yang diinginkan oleh masyarakat.
"Masyarakat pendukung Demokrat pasti punya figur Presiden, kalau kita paksakan justru bisa bomerang terhadap partai, misalnya masyarakat fanatik figur A, lalu partai memaksakan figur B, bisa menimbulkan rasa tidak simpati pada masyarakat, seolah-olah mengekang kebebasan untuk memilih Presiden sesuai hati nurani jadi menurut saya kita apresiasi sikap dari Ketua DPD maupun dari DPP," ujarnya.
Markus pun memastikan, jika dirinya sebagai kader Demokrat sangat mendukung putusan pimpinan dan partai tersebut.
"Saya sangat mendukung sebagai kader harus ikut apa kata pimpinan," tutupnya.