Seminar Penanggulangan Karhutla, Kodam XII TPR Libatkan Ratusan Mahasiswa

Karena masa depan yang akan datang, para mahasiswa yang merupakan generasi muda ini yang akan memeliharanya

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / Hadi Sudirmansyah
Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Achmad Supriyadi saat buka secara resmi Seminar Penanggulangan Karhutla 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hadi Sudirmansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA  - Ratusan mahasiswa se kota Pontianak dan Kubu Raya hadiri seminar penanggulangan ebakaran hutan dan lahan (Karhutla), yang di gelar oleh Kodam XII Tanjungpura dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-73 Tentara Nasional Indonesia, di Aula Makodam XII/Tpr, Kamis (27/9/2018). 

Seminar Penanggulangan Karhutla dibuka secara resmi oleh Panglima Kodam XII/Tpr, Mayjen TNI Achmad Supriyadi dan dihadiri Wagub Kalbar Ria Norsan, Danlantamal XII/Pontianak Laksma TNI Gregorius Agung W, Forkompinda Kalbar dan para akademisi dari berbagai Perguruan Tinggi di Kalimantan Barat.

Seminar itu, bertindak sebagai moderator Dr H. Firdaus Ahmad, M.A, sementara nara sumber Danrem 121/ABW Brigjen TNI Bambang Ismawan, Kepala BPBD Kalbar Drs. T.T.A Nyarong, M.Si, dan Dekan Fak Kehutanan Untan Dr. Ir. H. Gusti Hardiansyah,M.Sc., QAM, IPU, sedangkan Notulen Dr. Ibrahim, MS, M.A.

Baca: Harap Calon Komisioner KPU Daerah Tak Tergantung KPU Pusat, Ini Alasan Ketua Pokja

Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Achmad Supriyadi dalam paparannya menuturkan, pihaknya sengaja melibatkan mahasiswa dalam seminar penanggulangan karhutla, karena ini tahu pikiran kritis dari para mahasiswa.

"Karena masa depan yang akan datang, para mahasiswa yang merupakan generasi muda ini yang akan memeliharanya," kata Pangam.

Pangdam XII Tpr pun senang melihat kritisnya para mahasiswa yang mengikuti seminar penanggulangan karhutla tersebut, kedepan dirinya juga akan mengundang dan melibatkan mahasiswa untuk masalah negara atau masalah lain.

Pada kesempatan yang sama, karhutla yang terjadi pada beberapa waktu lalu, dominan dibakar ketimbang terbakar, dan 50 persen diantaranya untuk kepentingan bisnis.

Sebelumnya saat membuka secara resmi, Jenderal TNI AD bintang dua ini juga mengatakan kegiatan ini di laksanakan untuk Membangun Empati dan Tanggung Jawab bersama Masyarakat, Pengusaha dan Pemerintah terhadap Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalbar..

"Persoalan kebakaran hutan dan lahan ini pantas untuk diangkat sebagai topik dalam suatu kegiatan seminar yang melibatkan pihak pemerintah maupun Stackholder yang berkaitan dengan peran serta dan fungsi tugasnya dalam menyelesaikan permasalahan kebakaran hutan dan lahan," jelasnya.

Baca: Pontianak Art Exhibition di Taman Budaya

Pangdam berharap, kegiatan ini dapat membawa manfaat dan penyelamat sehingga tidak muncul lagi Kebakaran Hutan dan Lahan di kemudian hari di wilayah Kalbar.

"Kabut asap yang menyelimuti Wilayah Kota Pontianak dan sekitarnya menimbulkan dampak yang negatif terhadap kehidupan masyarakat," tambahnya.

Dikatakan Pangdam, dampak Karhutla yang ditimbulkan diantaranya terhadap lalulintas udara, pendidikan dan juga menganggu terhadap kesehatan masyarakat dan perekonomian. Transportasi darat, laut dan udara banyak menjadi terkendala, apa lagi dilihat dari kaca mata arus transportasi udara.

Baca: Ikuti Pameran Kriyanusa 2018, Ini Yang Ditampilkan Dekranasda Kalbar

Permasalahan lalulintas udara, jadwal penerbangan banyak terjadi penundaan bahkan sampai pembatalan jadwal penerbangan akibat jarak pandang yang relatif pendek dan terbatas, sehingga menyulitkan untuk dilaksanakannya baik take off maupun landing pesawat.

Lanjutnya, pada bidang pendidikan mengakibatkan kondisi yang memaksa pemerintah setempat untuk meliburkan aktivitas belajar mengajar di sekolah, hal tersebut bertujuan, mengantisipasi timbulnya dampak gangguan kesehatan terhadap para murid sekolah.

"Jadi, dampak asap dari Karhutla terhadap gangguan kesehatan, dimana asap yang ditimbulkan menjadi polusi udara yang dapat menyebabkan penyakit pada saluran pernapasan seperti Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), asma dan penyakit paru," tuturnya.

Sedangkan pengaruh terhadap perekonomian yaitu, perdagangan, hotel, industri makanan, kontrak bisnis yang batal, atau berkurangnya wisatawan yang berkunjung, harus terhambat akibat dampak Karhutla ini.

"Saat ini, kami lebih mengedepankan peran mahasiswa terlebih dahulu sebagai akademisi yang akan menjadi calon-calon pemimpin di kemudian hari, untuk diajak memberikan saran dan sumbangsihnya dalam penanggulangan Karhutla di Kalbar," katanya.

Hutan di Indonesia merupakan sebuah fenomena, hutan sebagai karunia yang dianugerahkan kepada bangsa Indonesia telah menempatkan Indonesia dikenal sebagai salah satu negara pemilik hutan tropika terbesar di dunia setelah Brazil dan Zaire. Suatu hal yang patut disyukuri dan bangga sebagai warga bangsa Indonesia. Tetapi di lain pihak, hutan yang seharusnya diurus dan dimanfaatkan secara optimal dengan memperhatikan aspek kelestarian telah mengala
mi degradasi dan deforestasi akibat kebakaran hutan dan lahan.

Betapa masalah Karhutla dari tahun ke tahun tetap menjadi momok atau problem pada umumnya di luar negeri dan negara kita Indonesia, serta pada khususnya lagi di Kalbar.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved