Breaking News:

Bidang Lingkungan Hidup Mempawah Sebut Energi Biomassa Banyak Manfaat

Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Suharjo Lie yang turut dalam peresmian ini pun menyambut baik dengan terbangunnya

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FERRYANTO
Peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa, Senin (24/08/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ferryanto

TRIBUN PONTIANAK. CO.ID, MEMPAWAH- Pagi ini, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, bersama dengan Plt Bupati Mempawah Gusti Ramlana mendampingi Menteri PPN/BAPPPENAS Bambang Brodjonegoro meresmikan Pembangkit listrik tenaga biomasa (PLTBm) Siantan yang berkapasitas 15 Mega Watt.

Baca: Menteri Bambang Brodjonegoro Sebut PLTBm Siantan Merupakan Yang Pertama Beroperasional di Kalbar

Baca: Gusti Ramlana Dampingi Gubernur Kalbar dan Menteri PPN Resmikan Pembangkitan Listrik Tenaga Biomassa

Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa ini sendiri mengandalkan Limbangan - limbah lingkungan sebagai bahan baku utamanya atau energi baru terbarukan, seperti cangkang kelapa sawit, sekam pagi, bonggol jagung, dan lain sebagainya

Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Suharjo Lie yang turut dalam peresmian ini pun menyambut baik dengan terbangunnya Pembangkit Listrik ini.

Ia mengatakan, dengan adanya pembangunan Pembangkit Listrik tenaga Biomasa ini merupakan sebuah program yang memanfaatkan Limbangan lingkungan yang ada, sehingga dengan adanya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biomasa ini dapat mengatasi kekurangan energi listrik dengan memanfaatkan Lingkungan,sekaligus membuat limbah memiliki nilai.

"Ini merupakan sesuatu program dengan memanfaatkan limbah lingkungan,Dengan semakin banyak Pembangkit listrik Biomasa ini,
maka polusi lingkungan juga akan lebih berkurang juga,"ungkapnya.

Kemudian, Kepala Bidang Lingkungan Hidup M. Aswani Ghazali menambahkan bahwa pembangkit Listrik Biomassa ini merupakan sebuah pembangkit listrik yang ramah lingkungan.

"Inilah yang sebenarnya salah satu yang berbasis 3 R, Reuse, Reduce, Recikle, inikan limbah yang bisa di gunakan lagi, selama ini kan banyak beberapa bahan yang tidak bisa berguna, dan ini bisa di gunakan lagi," ujarnya.

Kemudian, ia juga menjelaskan bahwa abu pembakaran yang adapun dapat dijadikan sebagai pupuk untuk meningkatkan PH di lahan gambut di wilayah Mempawah

"Jadi istilahnya, dari bahan bakar mereka ini, masyarakat juga bisa berpartisipasi, sekarang ini kan mereka juga udah menampung sabut kelapa dari berbagai wilayah Mempawah, dan juga beberapa cangkang sawit untuk bahan bakarnya,"tuturnya.

Penulis: Ferryanto
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved