Breaking News

BPS Provinsi Kalbar Gelar FGD Standar Pelayanan Publik Untuk Masyarakat

Badan Pusat Statistik Provinsi Kalbar Menggelar Forum Group Discussion Standar Pelayanan Publik BPS Provinsi Kalbar

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalbar Menggelar Forum Group Discussion Standar Pelayanan Publik BPS Provinsi Kalbar, Jumat (21/9/2018). 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Pusat Statistik Provinsi Kalbar Menggelar Forum Group Discussion Standar Pelayanan Publik BPS Provinsi Kalbar, Jumat (21/9/2018).

FGD yang dilakukan Badan Pusat Statistik Provinsi Kalbar sebagai penyelenggara pelayanan publik bersama-sama dengan perwakilan masyarakat sebagai pengguna pelayanan publik.

Hadir dalam FGD diantaranya perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Kalbar, Kominfi Provinsi Kalbar, akademisi dari universitas, konsultan, media, mahasiswa dan masyarakat.

Baca: Masyarakat Peduli Lingkungan Tuntut Pemerintah Cegah Karhula

FGD ini menghasilkan kesepakatan Standar Pelayanan Lingkup Badan Pusat Statistik Provinsi Kalbar.

Meliputi pelayanan perpustakaan, konsultasi data datang langsung, penjualan publikasi datang langsung, konsultasi kegiatan statistik dan rekomendasi kegiatan statistik sektoral.

Kepala BPS Provinsi Kalbar, Pitono mengatakan FGD digelar mengingat pentingnya data BPS yang tidak hanya digunakan oleh pemerintah namun semua kalangan.

Ia mencontohkan dari data yang dihasilkan BPS dapat diketahui harapan lama sekolah dan data lainnya. Hal ini penting mengingat data sebagai acuan dalam menentukan kebijakan.

"Misalnya harapan lama sekolah di Kalteng adalah sarjana. Sedangkan untuk di Kalbar hanya sampai SMA, makanya perlu mensosialisasikan ke desa pentingnya sekolah karena mempengaruhi IPM. Survey BPS juga menunjukkan lama sekolah terendah di Kalimantan, makanya kita harus mulai data minded," ujarnya.

Pitono bahkan mencontohkan pentingnya data bagi seseorang menentukan masa depan dan menata kehidupan.

"Ingin hidup bahagia jika dilihat dari indeks kebahagiaan hidup lah Maluku Utara, karena wilayah paling bahagia. Ingin panjang umur bisa hidup di Bengkayang, kenapa karena airnya datang dari sumber mana pun, kita ketahui juga dari data di Landak angka harapan hidup masih rendah," ujarnya.

Pitono beberapa waktu lalu baru-baru ini menjelaskan pada dasarnya kegiatan statistik dibagi menjadi tiga jenis. Pertama, statistik dasar adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk keperluan yang bersifat luas, baik bagi pemerintah maupun masyarakat, yang memiliki ciri-ciri lintas sektoral, berskala nasional, makro yang penyelenggara kegiatannya adalah BPS.

Kedua, statistik sektoral adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan instansi sektoral yang merupakan tugas pokok instansi yang bersangkutan.

Penyelenggara kegiatannya adalah instansi pemerintah terkait, baik secara mandiri atau bersama-sama dengan BPS.

Ketiga, ia mengatakan adalah statistik khusus yang merupakan statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan spesifik dunia usaha, pendidikan, sosial budaya, dan kepentingan lain.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved