Citizen Reporter
Ojeksampah.com Wakili Kalbar di Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah
Sebelumnya, kegiatan jambore dilaksanakan di Kota Solo dan Aceh, dan pada tahun ini Kota Malang....
Penulis: Jovanka Mayank Candri | Editor: Dhita Mutiasari
Citizen Reporter
Pebriyandi
Ketua Tim Ojeksampah.com
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - JAMBORE Indonesia Bersih dan Bebas Sampah adalah kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun dalam rangka menyukseskan program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PPUPR) Indonesia Bersih dan Bebas Sampah 2025.
Tahun ini merupakan tahun ketiga jambore dilaksanakan. Sebelumnya, kegiatan jambore dilaksanakan di Kota Solo dan Aceh, dan pada tahun ini Kota Malang yang ditunjuk untuk menjadi tuan rumahnya.
Baca: Disebut Mirip Ariel Tatum, Ini Potret Five Vi yang Mantap Terjun ke Dunia Politik
Baca: Nursaka, Bocah Kelas 3 SD Yang Bolak Balik Malaysia-Indonesia di Undang Gubernur Kalbar Ke Pendopo
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2016, proporsi rumah tangga yang memiliki akses terhadap pelayanan sanitas layak dan berkelanjutan di Indonesia baru mencapai 67,20 persen.
Selain itu, Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga juga mengamanatkan pelayanan persampahan 100 persen pada 2025.
Dalam hal ini target pengurangannya sebesar 30 persen dan penanganan 70 persen.
Melihat hal ini, Gerakan Indonesia Bebas Sampah pun dianggap penting dalam Jambore Indonesia 2018. Jambore dianggap sebagai wadah untuk memfasilitasi para stakeholder dalam menjawab tantangan persoalan sampah di Indonesia.
Terlebih lagi terdapat keinginan para penggiat dan komunitas persampahan untuk membangun kepedulian dan kekuatan bersama dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Ada 525 orang peserta dari 1029 pendaftar yang sudah terseleksi dari 34 provinsi di Indonesia yang mengikuti Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah 2018 di lapangan Rampal, Kota Malang.
Kegiatan jambore ini sangat penting sekali untuk saya ikuti sebagai salah satu penggiat sampah karena pada jambore ini membahas isu-isu penting yaitu mengenai 13 isu persampahan nasional yang menjadi hasil dari pembahasan jambore tahun-tahun sebelumnya.
Isu tersebut antara lain pendidikan, sampah organik, gerakan dan kampanye, pengelolaan sampah wilayah terluar, pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, sampah bercecer, scalesustainability, peraturan, sampah an-organik, strategi pengurangan sampah di sungai, laut, gunung dan daratan, teknologi, kepemimpinan dan kelembagaan, serta isu pembiayaaan.
Rangkaian kegiatan yang dilakukan cukup panjang dan beragam, di antaranya diadakan talkshow mengenai program kementerian dan pemerintah daerah terkait pembiayaan dan pengelolaan sampah, dan inisiatif sektor swasta terkait program corporatesocialresponsibility (CSR), lembaga filantropi, serta lembaga donor pada isu persampahan dan peserta melakukan kegiatan focus Grup Discussion (FGD).
Sebagai puncak kegiatan yang bertepatan dengan peringatan World CleanUp Day pada setiap tanggal 15 September yang serentak dirayakan 144 negara diduniadengan melakukan aksi peduli lingkungan dengan membersihkan sampah, untuk peserta jambore melakukan bersih sampah di beberapa daerah wisata di Kota Malang, seperti Kampung Warna-Warni, Kampung Biru dan Kampung Tridi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/jambore-nasional_20180917_171001.jpg)