Mahasiswa Laksanakan Latihan Dasar Kepemimpinan, Batinkan Nilai-nilai Pancasila
Alunan musik dalam keheningan doa menandai dimulainya acara permenungan bersama dalam konteks membatinkan nilai-nilai Pancasila
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Madrosid
Citizen Reporter
Thomas Diman, Staf
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Alunan musik dalam keheningan doa menandai dimulainya acara permenungan bersama dalam konteks membatinkan nilai-nilai Pancasila.
Mereka adalah para mahasiswa Universitas Tanjung Pura Pontianak Kalimantan Barat yang sedang mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang mencoba mendalami tema “hikmat kebijaksanaan” diadakan di Aula Paroki Hati Kudus, Yesus Batang Tarang Kecamatan Kecamatan Balai, Kabupaten Sanggau Provinsi, Kalmantan Barat beberapa hari lalu.
Hadir dalam kegiatan itu Maria Goreti, Senator asal Kalimantan Barat. Dalam sharingnya Maria Goreti mengatakan kepada orang muda bahwa Pancasila yang dijadikan fondasi bagi Bangsa ini bukan jatuh dari langit, tetapi hasil dari penggalian dari nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dari berbagai local wisdom yang ada di Nusantara ini.
Baca: IKDI Sebagai Organisasi Pembawa Kedamaian Sudah Terbentuk di Kabupaten Kapuas Hulu
“Salam orang Dayak yang kemudian dijadikan salam bersama seperti Adil Katalino, Bacuramin Ka’Saruga, Basengat Ka’ Jubata juga merupakan hasil pembatinan proses panjang manusia Kalimantan Barat berkaitan dengan posisinya sebagai mahkluk ciptaan sang Jubata (Tuhan) dalam relasinya dengan sesama dalam kehidupan Bersama,” kata Senator yang sudah berkiprah mewakili Kalimantan Barat di dunia politik ini hampir lima belas tahun.
Manusia Mencari Hikmat dan Tuhan Menganugerahkannya
Dalam sesi berikutnya, Maria Goreti mengajak orang muda untuk merenungkan dan menggali kata-kata “hikmat kebijaksanan” yang termaktub dalam sila keempat Pancasila, yaitu Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusawaratan perwakilan.
“Dalam perspektif filosofis, bahwa ‘hikmat’ merupakan anugerah dari Tuhan, dari yang ilahi.
Tugas manusia adalah mencari jejak ilahi dalam hidup ini, kemudian hasil dari pencarian tersebut, manusia dapat hidup selaras dengan lingkungannya termasuk di dalamnya dengan alam semesta.
Proses pencarian tersebut dalam Bahasa agama disebut Discherment.
Proses mencari hikmat dari Tuhan agar manusia menjadi bijaksana dalam memimpinn dirinya sendiri maupun orang lain.
Orang yang memiliki hikmat adalah mereka yang selalu membangun relasi dengan Tuhannya. Apalagi Bangsa Indonesia terkenal sebagai Bangsa yang taat beragama.
"Harapannya adalah semakin banyak dari kita yang memiliki hikmat kebijaksanaan.
Dengan demikian, bangsa kita menjadi bermartabat karena selalu mengandalkan Tuhan, berpikir bersama Tuhan, dan bertindak juga bersama Tuhan,” imbuhnya berapi-api.
Dalam kata penutupnya, Maria Goreti mengajak orang muda terus memohon kepada Tuhan “Rahmat Kegelisahan” untuk terus menerus memikirkan bagaimana bangsa ini dapat sejahtera, adil makmur, sesuai dengan cita-cita negara yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945.
Dengan demikian, bersama-sama bahu-membahu terlibat aktif dengan caranyavmasing -masing untuk Indonesia yang dicintai ini.
"Selamat kepada mahasiswa UNTAN yang sedang berdinamika dalam membatinkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai orang muda yang kelak akan mengambil estafet kepemimpinan," ucap Senator yang gemar blusukan ke kampung kampung di seluruh Kalimantan Barat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/foto-bersama_20180910_084345.jpg)