Kasatpol PP Pontianak Sebut Permasalahan Gepeng Bagaikan Lingkaran Setan

Sebagai ibu kota provinsi, Pontianak memang menjadi salah satu tujuan utama warga yang ingin mengadu nasib.

Penulis: Syahroni | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SYAHRONI
Kasatpol PP Pontianak, Syarifah Adriana. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANA.CO.ID, PONTIANAK -  Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PPP) Kota Pontianak Syarifah Adriana menjelaskan jika keberadaan Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) di Pontianak bagaimakan lingkaran setan yang tak pernah ada akhirnya, walaupun pihaknya mengaku telah melakukan pengamanan secara masif namun tetap saja selalu bermunculan Gepeng.

Disebutnya sebagai lingkaran setan lantaran , para penyandang masalah kesejahteraan sosial tersebut selalu kembali beroperasi lagi meskipun telah diberikan sanksi dan bahkan ada yang dipulangkan kedaerah asalnya namun kembali lagi.

Baca: Suspect Hepatitis A Bisa Sembuh Total, Ini Caranya

Baca: Minta Maaf Pada Warga Dayak, Sutopo Jalani Sanksi Adat di Rumah Betang

"Kita selalu melakukan penertibkan tapi mereka diam-diam muncul lagi, memang ini bukan hanya tugas Satpol PP, tapi bersama dengan Dinas Sosial menangani mereka ini," ungkapnya Syf Adriana, Selasa (4/9/2018).

Sebagai ibu kota provinsi, Pontianak memang menjadi salah satu tujuan utama warga yang ingin mengadu nasib.

Banyak yang datang dari berbagai daerah bahkan Pulau Jawa hanya untuk mencari penghidupan. Termasuk dengan cara mengemis atau minta-minta.

"Selama ini tak sedikit yang sudah kami amankan dan serahkan ke Dinsos untuk dimasukkan ke PLAT bagi anak-anak untuk dibina dan sedangkan orang dewasanya banyak juga dipulangkan kedaerah asalnya," katanya.

Namanya anak jalanan, lanjut Adriana kadang mereka meminta-minta hanya untuk mencari uang agar bisa makan. Selama tidak meresahkan masyarakat dan menggangu ketertiban di jalan menurutnya sah-sah saja.

"Tapi kalau sampai meresahkan masyarakat, kadang-kadang sampai kaca mobil diketok-ketok, itu yang dianggap meresahkan," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved