Dirut RSU Pemangkat Pastikan Hafid Dibiayai BPJS
ebih lanjut, kasus Gizi Buruk akan berdampak pada perkembangan lebih lanjut sang bayi...
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS,- Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Pemangkat dr Achmad Hardin memastikan bahwa pasien gizi buruk yang saat ini di rawat di RSU Pemangkat semua biayanya di tanggung oleh BPJS kesehatan melalui dana daerah.
"Ia sudah di jamin, berapa jumlahnya kita belum hitung tapi yang pasti all in di tanggung," ujarnya, saat di temui di RSU Pemangkat, Selasa (28/08/2018) siang.
Baca: Ibunda Bocah Penderita Gizi Buruk di Sambas Harap Kesembuhan Putra Semata Wayang
Baca: Ibunda Hafid Kisahkan Awal Ketahui Putranya Derita Gizi Buruk
"Bagi pasien yang tidak mampu bisa mengurusnya di PBI Pemda, untuk penyakit yang dialami dek Hafid kelainan gangguan mal nutrisi itu masuk dalam pelayanan BPJS," tambahnya.
Ia menjelaskan, di tahun 2018 hanya satu kasus yang ini saja yang ditangani di RSU Pemangkat.
Ia menjelaskan itu disebabkan banyak faktor, mulai dari ekonomi hingga faktor penyakit pada bayi.
"Kemungkinan, faktor ekonomi, sosial dan ditambah faktor penyakit pada bayi ini. Sehingga menyebabkan kondisi kurang gizi. Dan kebanyakan di sebabkan oleh penyakit-penyakit kronis, seperti TBC atau kelainan sejak lahir," Jelasnya.
Lebih lanjut, kasus Gizi Buruk akan berdampak pada perkembangan lebih lanjut sang bayi.
Karena secara fisik dia bisa saja mengalami Stunting, dan bahkan perkembangan intelegensi nya pun akan terganggu.
"Secara fisik ia akan mengalami Stunting artinya kerdil, intelegensi nya juga lebih rendah dari bayi yang berkembang secara normal. Dan akan mengalami kondisi imun yang menurun dan rentan pada penyakit yang menular," terangnya.
Diakhir wawancara ia mengatakan, jika dilihat dari perkembangan yang ada sejak pertama masuk, Hafid sudah menunjukkan perkembangan yang bagus.
Dan dari asupan gizinya pun terus di perbaiki dan diperhatikan oleh tim dokter. Selain itu juga dilakukan pemantauan dari penyebab lainnya mengapa bisa terjadi gizi buruk.
Salah satunya tadi dilakukan ronsen dan pemeriksaan mantok test untuk melihat apakah ada penyakit TBC yang di idap atau tidak.
"Kalau memang ada penyakit TBC kita obati, kalau nanti sudah stabil dan grafiknya sudah naik. Jadi nanti bisa dilanjutkan pengobatan TBC nya dirumah, kita bisa izinkan pulang," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/dr-achmad-hardin_20180828_222249.jpg)