Millenial

Membuka Lahan Dengan Cara Dibaka Bukan Satu-satunya Solusi

Apalagi yang menjadi korban akibat tindakan pembakaran lahan yang menyebabkan kabut asap ini adalah masyarakat luas.

Membuka Lahan Dengan Cara Dibaka Bukan Satu-satunya Solusi
Instagram
Relin Megrina 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kabut Asap yang saat ini kembali melanda Kota Pontianak adalah tanggungjawab bersama.

Karna menjaga lingkungan adalah tugas bersama dan permasalahan ini tidak untuk merujuk ke spesifik siapa yang salah melainkan bagaimana menyelesaikan masalah ini.

Baca: Mari Kita Ciduk Pelaku Pembakar Lahan

Baca: Water Booming Berupaya Padamkan Api Kebakaran Lahan Gambut di Sekitar Kampus Untan

Setiap kalangan, baik pemerintah juga masyarakat saling memiliki kaitan dan tanggung jawab atas hal ini.

Apalagi yang menjadi korban akibat tindakan pembakaran lahan yang menyebabkan kabut asap ini adalah masyarakat luas.

Walaupun mungkin pembakaran lahan hanya di lakukan oleh segelintir orang atau oknum yang tidak bertanggung jawab.

Relin Megrina
@relin_megrina

"Sebenarnya sangat di sayangkan ya, karena ini permasalahan lingkungan yang menyebabkan banyak dampak negatif. Aktifitas harian jadi terhambat, termasuk sekolah-sekolah banyak diliburkan. Juga mengganggu kesehatan masyarakat Kota Pontianak dan sekitarnya. Saya turut prihatin dengan kurangnya kesadaran masyarakat yang memanfaatkan musim kemarau sebagai ajang untuk membakar lahan dan saya rasa pemerintah juga harus bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat dan perusahaan yang juga mempunyai lahan bahwa membuka lahan dengan cara di bakar bukanlah satu-satunya solusi. Terlebih di musim kemarau panjang seperti saat ini, memberikan dampak yang panjang juga,"

Penulis: Bella
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved