Peringati Hari Orangutan Internasional , BKSDA dan Mitra Gelar Kegiatan Seru, Catat Tanggalnya!
Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan yaitu lomba mewarnai dan menggambar tingkat TK dan SD serta kampanye atau aksi damai
Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama mitra kerja seperti Yayasan TITIAN LESTARI, WWF-Indonesia Kalimantan Barat, Forum Orangutan Kalimantan Barat (FOKKAB), Yayasan Palung dan Yayasan Planet Indonesia (YPI) menyelenggarakan kegiatan Peringatan Hari Orangutan Internasional.
Dengan tema “Kalimantan Barat ‘Rumah’ Bagi Orangutan, Mari Bergerak Bersama Selamatkan Orangutan Kalimantan”, kegiatan yang jatuh pada Minggu, 19 Agustus itu akan dirayakan dengan berbagai rangkaian kegiatan.
Baca: Imunisasi MR Menjadi Wajib Karena Jika Tidak, Dapat Berdampak Pada Kematian
Baca: Fokus Perbatasan, Waskita Sebut Pembangunan Jalan Negara di Aruk Capai 95 Persen
Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan yaitu lomba mewarnai dan menggambar tingkat TK dan SD serta kampanye atau aksi damai di area Car Free Day (CFD) di Jl. Ahmad Yani Pontianak.
Melalu rilis yang diterima Tribun, Rangga Irawan dari Yayasan TITIAN LESTARI sebagai penanggungjawab kegiatan mengatakan bahwa tujuan utama dari peringatan Hari Orangutan Internasional ini adalah untuk memperkenalkan orangutan kepada publik.
Baca: PLN Sanggau Launching Agen BRILink Khusus Layani Tagihan Listrik
Baca: Jadwal Liga Inggris Pekan Ini, Prediksi Chelsea Vs Arsenal dan Tottenham Vs Fulham
Harapannya agar dapat menimbulkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, terutama pentingnya melestarikan habitat dan populasi orangutan di Kalimantan Barat.
Rangga menyampaikan bahwa hampir 70 persen, populasi orangutan berada di luar kawasan konservasi.
Diantaranya metapopulasi di bagian utara pesisir Kalimantan Barat, tepatnya di sekitar Kabupaten Sambas dan metapopulasi di bagian selatan Kalimantan Barat, tepatnya di Kabupaten Mempawah dan Kubu Raya.
Keberadaan metapopulasi ini dalam kondisi kritis karena jumlahnya yang kecil dan habitatnya terfragmentasi.
"Maka dalam kesempatan ini, kami mengajak seluruh elemen masyarakat, swasta dan pemerintah untuk turut serta menjaga dan melestarikan orangutan. Besar harapan kami kedepannya tidak terjadi lagi konversi hutan, terutama pada kawasan-kawasan yang menjadi habitat orangutan" harapnya.
Sebagai satu-satunya kera besar di Benua Asia dan merupakan satwa endemik yang hanya dijumpai di pulau Kalimantan dan Sumatera, maka sudah sepatutnya kita semua bersama-sama menjaga kelangsunga hidup satwa langka ini.
Hal senada juga disampaikan oleh Sadtata Noor Adirahmanta selaku Kepala BKSDA Kalimantan Barat, ia mengatakan bahwa memang sudah waktunya kampanye konservasi, khususnya mengenai penyelamatan Orangutan, kita lakukan secara lebih masif dan berskala luas, sehingga dapat menyentuh segala lapisan masyarakat, termasuk generasi muda.
"Ajak mereka dan libatkan mereka dalam kegiatan-kegiatan penyelamatan Orangutan. Beri pemahaman kepada masyarakat pentingnya satwa ini di dalam ekosistem. Hingga suatu saat nanti seluruh masyarakat menyadari bahwa sesungguhnya manusia bisa hidup berdampingan dengan Orangutan” katanya.
Manajer Program Kalimantan Barat, WWF-Indonesia, Albertus Tjiu juga sepakat akan hal itu, karena menurutnya kelestarian orangutan dan habitatnya, pada akhirnya akan memberikan manfaat bagi manusia.
Ketua Forum Orangutan Kalimantan Barat (FOKKAB), Syamsuri menyampaikan bahwa populasi Orangutan Kalimantan, khususnya yang ada di Kalimatan Barat tidak luput dari ancaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/hari-orangutan-international_20180818_120725.jpg)