Dinas Kesehatan Catat 900 Warga Pontianak Terpapar Penyakit ISPA Setiap Pekan
Untuk di Kota Pontianak yang penduduknya lebih 600 ribu jiwa ini setiap minggunya rata-rata angka ISPA direntangan 800-900 kasus
Penulis: Syahroni | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni
TRIBUNPONTIANA.CO.ID, PONTIANAK - Dinas Kesehatan Kota Pontianak mencatat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) yang terjadi di Pontianak belum mengalami kenaikan yang signifikan meskipun kini Kota Pontianak telah diselimuti kabut asap.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu menerangkan memang saat ini secara kesat mata kabut asap menyelimuti Kota Pontianak dan dapam pantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) berada di kondisi sedang dan pihaknya terus memantau hal itu bersama Dinas Lingkungan Hidup setempat.
Baca: BPD Hipmi Kalbar Kirim Kader Start Up Unggulan ke Kompetisi Tingkat Asia
Baca: Meriahkan Semarak HUT RI, Enggang Drone Community Terbangkan Bendera Merah Putih
Dirunutnya data ISPA di Kota Pontianak pada periode yanga sama dengan tahun sebelumnya maka menunjukan tidak adanya kenaikan yang signifikan masih dalam angka-angka yang sama.
"Jadi terakhir kasus ISPA di Kota Pontianak sampai dengan minggu 33 tahun 2018 itu di bandingkan dengan minggu yang sama 2017 lalu belum ada kenaikan yang signifikan, masih ada naik turun," ucap Handanu aat diwawancarai, Sabtu (18/8/2018).
Handanu menerangkan untuk di Kota Pontianak yang penduduknya lebih 600 ribu jiwa ini setiap minggunya rata-rata angka ISPA direntangan 800-900 kasus.
Hal itu masih dianggapnya wajar dan situasi kondisi udara saat inipun belum memberikan dampak yang terlalu besae tapi pihaknya tetap mewaspadai dan berharap segera turun hujan sehingga mengurangi kabut asap yang melanda.
"Terakhir pada minggu ke 32 dalam 1 minggu ada kasus nya ada 963 ISPA, saya rasa masih wajar. Belum ada peningkatan yang berlipat diri angkanya karena rata-rata perminggu itu 800-900 ISPA di Pontianak," ucap Handanu.
ISPA merupakan 10 penyakit terbesar yang ada di Kota Pontianak setiap tahunnya dan selalu menduduki peringkat pertama. Walaupun tidak ada bencana asap ISPA selalu tinggi dan berada direntang angka 800-900 perminggunya.
Handanu menjabarkan faktor pertama yang menyebabkan ISPA adalah faktor lingkungan, kemudian polusi udara.
"Jadi penyakit ISPA itu normal, bahkan seseorang bisa terkena ISPA itu 1 tahun bisa 2 sampai 3 kali," ujarnya.
Pada dasarnya definisi ISPA adalag orang yang batuk pilek dan disebutnya dalam setahun bisa sampai 2-3 kali dan itu normal.
"Jadi kondisi normal pun atau orang dalam kondisi sehat masih bisa terkena batuk pilek," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/sidiq-handanu_20180421_111720.jpg)