Nilai Investasi Proyek PLTU Tanjung Gundul Capai 400 Juta Dolar AS

Wiryantono mengatakan perusahaan sebagai investor tidak akan main-main dalam mengejar pembangunan.

Tayang:
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
PT GCL Indo Tenaga menggelar gathering di Restauran Gajahmada, Rabu (1/8/2018). 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Finance Director PT GCL Indo Tenaga, Wiryantono Setyolaksono mengatakan pihaknya berkomitmen penuh dalam mencukupi kebutuhan listrik di Kalbar.

Mengingat nilai investasi untuk proyek PLTU Kalbar-1 ini mencapai 400 juta dolar AS.

Wiryantono mengatakan perusahaan sebagai investor tidak akan main-main dalam mengejar pembangunan.

"Kami (perusahaan) berkomitmen penuh bahwa kami ingin berkontribusi mencukupi kebutuhan listrik di Kalbar ini melalui proyek PLTU Kalbar-1 ini. Jadi kami tentu akan sangat bersungguh-sungguh untuk mewujudkan proyek PLTU Kalbar-1 yang baru 35 persen ini sehingga bisa beroperasi sesuai dengan yang kita targetkan yaitu pada tahun 2020," ujar Wiryantono saat media gathering di Restauran Gajahmada, Rabu (1/8/2018).

Baca: Perusahaan China Pemenang Tender Proyek PLTU Tanjung Gundul, Ini Kata Pengamat

Agar investasi kembali perusahaan kata Wiryantono akan terus memaksimalkan pembangunan sesuai kontrak yang telah ditentukan.

Saat ini progres pada penyelesaian pekerjaan di lapangan dan pembangunan transmisi dari pembangkit ke Gardu Induk Singkawang.

Pembangunan PLTU yang membutuhkan lahan 55 hektare ini juga berjalan baik dalam pembebasan lahan dan perizinan lainnya.

"Proyek 35 ribu Mw pemerintah sudah seharusnya mendapat dukungan. Sampai sekarang ini memang Indonesia masih ada impor listrik dari seskom Malaysia. Jika proyek ini jadi, tentu akan menyuplai jaringan PLN, interkoneksi seluruh kabupaten di Kalbar sesuai dengan ketersediaan transmisi yang saat ini dibangun oleh PLN. Kontrak kita jangka panjang 25 tahun, skema setelah 25 tahun akan ditransfer menjadi aset PLN," ungkapnya.

Untuk memastikan keamanan bahan baku batu bara jelas pihaknya akan melakukan kontrak pengadaan batu bara bersama PLN. "Masyarakat memang ada kendala, misalnya di dalam transportasi batu bara. Kita akan mengoptimalkan, misalnya stok batu bara ini dengan kondisi cuaca nantinya yang akan terjadi setiap musimnya. Kenapa batu bara, karena bahan baku batubara untuk saat ini masih yang paling kompetitif harganya," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved