Irwan Sebut Terorisme dan Radikalisme Tak Diperkenankan di Indonesia
"Yang jelas bahwa teroris atau radikalisme di Indonesia tidak diperkenankan," katanya, Selasa (31/7/2018).
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Madrosid
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Wakil Wali Kota Singkawang, Irwan mengatakan, berkaitan dengan ideologi, dia tidak melihat agama dan statusnya apa. Berkaitan dengan siapa, ini adalah oknum.
"Yang jelas bahwa teroris atau radikalisme di Indonesia tidak diperkenankan," katanya, Selasa (31/7/2018).
Kemudian teroris yang membawa bukan hanya institusi, tetapi agama, itu tidak bisa dipahami karena agama tidak mengajarkan untuk membunuh orang lain.
"Bangsa Indonesia anti teroris, anti radikalisme," tegasnya.
Mencegah hal itu, TNI Polri juga melakukan patroli gabungan ke wilayah-wilayah yang mungkin rawan dan perlu mendapat pengawasan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang juga melakukan berbagai upaya antisipasi.
Tidak hanya melakukan pencegahan administrasi sampai ke kelurahan, Pemkot juga menyurati aparat hingga tingkat kelurahan untuk melakukan pembinaan teritorial (kewilayahan).
"Mengingatkan warga terhadap warga baru yang datang agar secara administrasi terdata," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bimbingan_20180711_172518.jpg)