Respon Kalapas Sukamiskin Terkait Tudingan Sel Palsu Setnov dan Nazaruddin

Kadiv Administrasi Kemenkumham Jawa Barat (Jabar) Dodot Adikoeswanto membantah pernyataan Menkumham Yasonna Laoly.

Respon Kalapas Sukamiskin Terkait Tudingan Sel Palsu Setnov dan Nazaruddin
Kompas.com
Kadiv Administrasi Kemenkumham Jawa Barat (Jabar) Dodot Adikoeswanto (kanan) dan Kalapas Sukamiskin Tejo Herwanto (kiri) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly sempat menyebut sel terpidana korupsi Setya Novanto dan Nazarudin palsu.

Dugaan sel palsu Setya Novanto dan Nazaruddin tersebut terungkap saat tim Mata Najwa ikut dalam penggeledahan bersama Dirjen Permasyarakatan Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami ke Lapas Sukamiskin pada 22 Juli 2018 lalu.

Baca: Komentari Kasus Lapas Sukamiskin, Nikita Mirzani Minta Didoakan Mau Terjun ke Politik Ubah Keadaan

Baca: Najwa Shihab Ungkap Kejanggalan Sel Setya Novanto di Lapas Sukamiskin

Seperti diketahui, inspeksi mendadak (sidak) tersebut dilakukan pasca operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Kalapas Sukamiskin Wahid Husein.

Kadiv Administrasi Kemenkumham Jawa Barat (Jabar) Dodot Adikoeswanto membatah pernyataan Menkumham Yasonna Laoly.

Dia mengatakan bahwa sel tersebut memang dihuni oleh yang bersangkutan.

"Kalau kemarin disampaikan, beliau sampaikan dia memang menempati sel itu, kemarin yang disampaikan oleh yang bersangkutan seperti itu dan itu disampaikan kepada publik kan," jelas Dodot di Lapas Sukamiskin, Senin (30/7/2018).

Dodot enggan mengomentari pernyataan Menkumham Yasonna Laoly lebih lanjut. Menurut dia, pernyataan Yasonna itu harus di konfirmasi lagi.

"Nanti kami konfirmasi lagi," kata Dodot.

Senada dengan Dodot, Kalapas Sukamiskin Tejo Herwanto pun enggan berkomentar seputar tudingan sel palsu tersebut.

"Nanti saya cek. Nanti sambung lagi yah, nanti saja. Ini mau dirapatkan," kata Tejo saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon.

Halaman
12
Editor: Dhita Mutiasari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved