KPU Kalbar Pastikan Coret Bacalon Mantan Napi Korupsi, Narkoba, dan Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Sedangkan kejahatan lainnya jika sudah menjalani hukuman kemudian mengumumkan dimedia massa, melampirkan surat putusan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHO PANJI PRADANA
Divisi Teknis KPU Provinsi Kalbar, Erwin Irawan 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Divisi Teknis KPU Provinsi Kalbar, Erwin Irawan menuturkan berkaitan dengan surat Bawaslu hasil identifikasi potensi balon terpidana korupsi
Anggota DPR Propinsi, DPRD Kabupaten dan DPRD Kota pihaknya sudah mendapatkan informasi dan akan melakukan verifikasi.

"Kita sudah informasikan juga kepada Komisioner KPU Kabupaten Sanggau bahwa hal ini memang menjadi perhatian khusus karena berkaitan kasus korupsi, narkoba, dan kejahatan seksual terhadap anak akan dicoret dari daftar calon," terangnya, Kamis (26/07/2018) saat ditemui di Kantor KPU Kalbar.

Baca: Kaget Tahu Penangkapan Diduga Teroris, Ini Harapan Kemenag Kapuas Hulu

Baca: Mantan Napi yang Daftar Caleg Wajib Buat Pengumuman di Media Massa

Ia mengatakan, ketika ada masukan dan tanggapan masyarakat seperti ini, KPU Provinsi akan meminta kepada komisioner KPU di Kabupaten Kota untuk melakukan verifikasi terhadap pengadilan atau yang mengeluarkan surat terkait tindak pidana tersebut.

Hal itu dilakukan guna membuktikan apakah benar memang terindikasi korupsi.

"Kalau ada seperti itu kita minta KPU Kabupaten Kota meminta surat keputusan tersebut guna memperkuat pencoretan bacaleg dari daftar sementara," ujarnya.

Diterangkan Erwin Irawan, untuk narapidana korupsi, narkoba dan kekerasan seksual terhadap anak, jika terindikasi dan terbukti akan langsung dicoret.

Sedangkan kejahatan lainnya jika sudah menjalani hukuman kemudian mengumumkan dimedia massa, melampirkan surat putusan bahwa yang bersangkutan sudah menjalankan hukuman maka masih bisa mendaftar.

Mantan Komisioner KPU Singkawang ini pun memaparkan, jika untuk tahapan pileg sekarang bahwa dalam masa perbaikan oleh parpol oleh calonnya yang masih belum memenuhi syarat, tahapan ini dari 22-31 Juli 2018.

Setelah ini, dari tanggal 1-7 Agustus kita melakukan verifikasi terhadap berkas-berkas, seperti ada tanggapan dan masukan masyarakat, maka akan diverifikasi pada lembaga bersangkutan.

Selanjutnya KPU akan melakukan penyusunan daftar calon sementara, tahapan DCS ini akan diumumkan kembali pada masyarakat, masyarakat bisa melihat dan menilai, ketika ada bacalon pernah tersandung kasus yang dilarang seperti korupsi, bandar narkoba, dan kekerasan seksual pada anak maka akan otomatis dicoret sebelum masuk tahapan DCT.

Untuk DCT atau Daftar Calon Tetap sekitar bulan September, kemudian 21-23 September KPU akan mengumumkan DCT. 

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved