Ini Prospek Iklim Pentad Kalbar Untuk 5 Hari ke Depan

Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) Mempawah, Wandayantolis memaparkan prospek iklim Pentad

Tayang:
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Madrosid
ISTIMEWA
Prospek Iklim Pentad (5 Harian) di Provinsi Kalbar berdasarkan data update Stasiun Klimatologi Mempawah, Sabtu (16/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) Mempawah, Wandayantolis memaparkan prospek iklim Pentad (5 harian) di wilayah Provinsi Kalbar, data update Kamis (26/7/2018).

"Potensi jeda hujan masih tinggi, hati-hati terhadap dampak asap akibat munculnya titik api," ungkapnya.

Dengan analisis, kondisi iklim di wilayah Kalimantan Barat, berdasarkan pengamatan dari UPT BMKG wilayah Kalimantan Barat, terpantau bahwa selama periode 5 hari terakhir ini (21-25 Juli 2018).

Baca: Launching Aplikasi SIKEPO, Pemprov Kalbar Harap Permudah Promosi Pariwisata

Arah angin dominan dari arah Tenggara hingga Barat Daya.

"Kecepatan angin lebih tinggi 1.5 - 2 m/s dari rata-ratanya. Kecepatan angin terbesar 14 m/s (Stasiun Meteorologi Rahadi Oesman Ketapang)," paparnya.

Suhu udara menyimpang sebesar 0.5–2.0ºC /pentad, dari rata-ratanya.

Suhu udara tertinggi sebesar 37.0°C (Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak).

Kemudian curah hujan lebih rendah 10-30 mm/pentad, dari rata-ratanya. Dengan nilai curah hujan 0 – 23 mm/pentad.

Curah hujan pada 5 hari terakhir di wilayah Kalimantan Barat pada umumnya sama dengan normalnya.

"Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa hal, yang dapat dijelaskan melalui kondisi, yang pertama ENSO, yang dinyatakan netral hingga akhir tahun," ungkapnya.

Demikian pula dengan Dipole Mode, sehingga faktor dinamika atmosfer lainnya lebih berpengaruh.

"Yang kedua, dipengaruhi oleh anomali suhu muka laut sekitar Kalimantan Barat lebih dingin dari normalnya, menyebabkan potensi produktivitas uap air dan awan menjadi tidak signifikan," ujarnya.

Kemudian dipengaruhi pula, adanya wilayah tekanan rendah di sebelah utara. Hal ini menyebabkan pergerakan massa udara dari selatan menuju utara.

"Pada 5 hari terakhir titik api mulai muncul di wilayah Kalimantan Barat sebanyak 356 lokasi titik api (akumulasi 5 hari)," ungkapnya.

Baca: Kunjungan ke Ketapang Kapolda Ingatkan Pentingnya Jaga Daerah Tetap Aman

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved