Warga Tanjung Beringin Keluhkan Infrastruktur Dasar Tak Memadai

Warga Desa Tanjung Beringin, Kecematan Menukung, Kabupaten Melawi mengeluhkan tidak adanya infrastruktur dasar

Tayang:
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Salah satu warga melintas di Jalan swadaya yang dibuat oleh masyarakat Desa Tanjung Beringin, Kecematan Menukung, Kabupaten Melawi. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Warga Desa Tanjung Beringin, Kecematan Menukung, Kabupaten Melawi mengeluhkan tidak adanya infrastruktur dasar berupa jalan menuju Desanya dan beberapa Desa yang ada disekitar, Sabtu (20/07/2018).

Salah satu warga Desa Tanjung Beringin Ridwan menceritakan bahwa Desa Tanjung beringin adalah merupakan salah satu desa pedalaman yang berbatasan dengan Kabupaten Sintang.

Desa Tanjung beringin sendiri terdiri dari Tiga Dusun yaitu : Dusun Pongga Baru, Sungai lalau dan Dusun Guhung Keruap.

Baca: Perlu Sarana Pergudangan dan Infrastruktur Pendukung di Terminal Kijing

Dengan jumlah penduduk 700 KK, Ridwan menceritakan keresahannya mengenai kondisi infrastruktur dasar dan perekonomian yang ada di Desa ye.

"Infrastruktur dan ekonomi masyarakat Dusun Pongga, Sungai lalau dan Dusun Guhung Keruap, infrastruktur jalannya menuju dusun sangat lah memprihatikan karena jalan menuju setiap dusun bukan lah jalan seperti biasanya," ujar Ridwan.

Ridwan menjelaskan, akan tetapi jalan dan yang selama ini menjadi askes utama masyarakat adalah jalan yang dibuat sendiri (Mandiri).

Dan itupun jalan tikus yang harus melawati perkebunan lembah dan bukit. Masih menurut Ridwan setiap musim jalan tersebut sulit untuk dilalui.

Bahkan menurut Ridwan bukan hanya jalan yang menjadi keluhan masyarakat, akan tetapi juga Jembatan penyebrangan. Karena selama ini mereka hanya mengandalkan rakit untuk menyeberangkan orang maupun kendaraan.

Yang mana itu bisa membahayakan masyarakat, karena sebelum menyebarkan orang atau kendaraan harus terlebih dahulu berenang untuk mengambil rakit tersebut.

"Hujan jalan ini sangat lah susah untuk dilewati, bukan hanya jalan akan tetapi jembatan menuju Dusun Guhung Keruap saja tidak ada masyarakat disini menggunakan lanting (Rakit) yang dibuat apabila ingin menyebrang harus berenang terlebih dahulu untuk mengambil lanting (Rakit)," tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved