Ayam Jago 'Peramal Cuaca Ulung', Jika Berkokok Malam Hari Ternyata Ini Artinya

Menurut Ir. Yusmichad Yusdja, ayam ialah peramal cuaca yang ulung.Ayam jago lebih pintar. Jika esok matahari segan muncul...

Ayam Jago 'Peramal Cuaca Ulung', Jika Berkokok Malam Hari Ternyata Ini Artinya
TRIBUNFILE/IST

Celakanya, sekalipun cahaya terang cukup, ayam enggan bertelur sebelum makan pagi.

Jika karyawan masuk kandang pukul 8 pagi, sekitar pukul 9 ia selesai memberi makan 1.000 ekor.

Maka ayam bertelur pukul 10. Esoknya pukul 12. Esoknya istirahat. Rumusnya 2-1-2-1 dan seterusnya.

Satu bulan mereka bertelur 20 butir.

Istirahat 10 hari.

Anda kehilangan 50.000 butir telur setahun. Atau 2,5 ton.

Ah, betapa malangnya! Hanya gara-gara terlambat sarapan.

Apalagi jika cahaya terang tidak cukup. Anda bangkrut.

Ayam jantan berkokok di tengah malam (Johnlund.com)

Jika jago berkeruyuk malam hari

Jika malam ayam jago berkeruyuk, ini ulahnya mon kadi.

Ia peka terhadap perubahan cuaca.

Jika esok matahari terik, di malam hari mon kadi telah merasakan kehangatan udara.

Berahi sang jago bangkit.

Dia pun berkokok ceria, sebagai tanda bagi istri-istrinya.

Itulah sebabnya, semakin siang sang jago berkeruyuk semakin bakal buruklah cuaca esok harinya.

Kalau ingin memelihara ayam bibit, perlu telur yang harus ditunasi.

Maka itu pemeliharaan ayam bibit di tempat yang kurang cahaya pasti rugi, karena ayam sedikit bertelur dan miskin perkawinan.

Akibatnya anak ayam yang dihasilkan juga sedikit.

Bagaimana jika ayam berkokok siang hari, padahal sedang hujan lebat?

Ini pertanda, beberapa menit lagi hujan berhenti dan udara akan panas.

Dan anda tidak perlu membatalkan rencana bepergian.

Listrik masuk kandang

Ada listrik masuk desa.

Kampung terang benderang. Katanya ini perlu, supaya keluarga berencana berhasil.

Tetapi ayam justru sebaliknya.

Jika listrik masuk kandang, ayam semakin banyak bertelur, karena cahaya listrik dapat menggantikan cahaya terang matahari yang tidak cukup.

Kata ahli, ayam petelur butuh cahaya terang 14 jam sehari.

Peternakan Anda barangkali mendapat cahaya terang kurang dari 14 jam sehari.

Mungkin karena bentuk kandang yang salah, terlalu banyak hujan dalam setahun, terlalu banyak pohon-pohon pelindung, angkasa selalu berawan.

Jika begini, perlu listrik masuk kandang.

Bisa juga lampu petromak atau lampu minyak.

Jika di malam kelam ada angsa berteriak soak-sowek-soak, berbahagialah Anda, karena esok cuaca akan sangat ceria. (Intisarionline)

Yuk Follow Instagram tribunpontianak. 

Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved