Citizen Reporter
Mahasiswa Ajak Santri Jaga Organ Reproduksi
Dalam sambutannya, Ustaz Mikail meminta santri putra dan putri agar menjaga fungsi organ masing-masing individu.
Penulis: Jovanka Mayank Candri | Editor: Dhita Mutiasari
Citizen Reporter
Edi
Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan UMP Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - TIM Program Kreativitas Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Prodi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Pontianak bekerjasama dengan Madrasah Ulya Hidayatul Muslimin 1 menggelar kegiatan pengabdian pada masyarakat bertemakan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE).
Kegiatan digelar di Pondok Pesantren Hidayatul Muslimin 1 Kubu Raya 3 dan 10 Juli 2018.
Baca: Wisuda 150 Mahasiswi, Ini Apresiasi Pj Gubernur Kalbar Pada Akbid Aisyiyah Pontianak
Baca: Latihan Kader III Badko HMI Kalbar Hadirkan Akbar Tanjung
Baca: 4 Makanan Unik Korea Kesukaan Para Artis K-pop, Idola Kamu Suka yang Mana Ya!
Kegiatan ini diawali dengan seremonial berupa kata sambutan dari Ketua Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian pada Masyarakat Edi, dilanjutkan sambutan Kepala Madrasah Ulya Hidayatul Muslimin 1 Ustaz Mikail Basmalah BA yang sekaligus membuka acara.
Dalam sambutannya, Ustaz Mikail meminta santri putra dan putri agar menjaga fungsi organ masing-masing individu.
Mengingat, pembelajaran tentang seksualitas tidak didapatkan di pondok, melainkan dalam kegiatan seperti ini. Dengan bantuan tim santi diajak mengetahui fungsi-fungsi organ reproduksi.
Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan sesi pelatihan yakni assessment pengatahuan dan sikap (pretest) tentang seksualitas. Setelah itu digelar Focus Group Discussion (FGD) dipandu tim.
Setelah diskusi, peserta diajak tanya-jawab.
Tim juga mengajak peserta berdiskusi komponen seksualitas manusia dalam kelompok kecil. Santi laki-laki dengan santri laki-laki dan santi perempuan dengan santri perempuan.
Santri diajak memahami aspek-aspek yang mempengaruhi seksualitas manusia, perkembangan seksualitas laki-laki dan perempuan mulai anak-anak hingga dewasa
Diskusi kelopok santri perempuan dipandu anggota tim Jesika dan Reni Novia.
Diharapkan, kegiatan ini mampu memberikan tambahan informasi kepada santri serta pengelola pondok pesantren terkait pentingnya kesehatan reproduksi.
Pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi ini untuk menciptakan remaja yang berkualitas baik dalam jumlah yang tersebar merata dan mutu yang memadai.
Pendidikan juga dilakukan agar remaja terhindar dari kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) serta risiko masalah kesehatan reproduksi lainnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/foto-bersama_20180718_140220.jpg)