Tim Gabungan di Jawai Berjibaku Padamkan Api Karhutla

Iptu Prambudi menegaskan, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), adalah hasil dari tangan-tangan oknum yang tidak bertanggung jawab.

Tayang:
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TITO RAMADHANI
Personil gabungan Kecamatan Jawai, melakukan pemadaman api di titik hotspot, yang terpantau satelit di Desa Sungai Nilam, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Sabtu (14/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kapolsek Jawai, Iptu Prambudi menegaskan, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), adalah hasil dari tangan-tangan oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Yang memberikan dampak buruk, bagi habitat flora dan fauna, ekosistem, maupun udara atau yang lainnya," ungkapnya, Minggu (15/7/2018).

Pada Sabtu (14/7/2018), personil gabungan Kecamatan Jawai, melakukan kegiatan pengecekan dan pemadaman api di titik hotspot, yang terpantau satelit di Desa Sungai Nilam, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas.

"Lokasi titik hotspot terletak di Dusun Matang Tangkit, Desa SB Kolam, Kecamatan Jawai. Yang berbatasan dengan Desa Lela, Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas," jelasnya.

Personil gabungan yang terlibat pengecekan dan pemadaman karhutla di lapangan, yakni dari Polsek Jawai, Koramil Jawai, Manggala Agni Daops Singkawang, Masyarakat Peduli Api (MPA) Kecamatan Jawai, Kepala Desa SB Kolam beserta warga Desa SB Kolam.

"Pada saat kami melakukan pengecekan, benar adanya api ditemukan di titik hotspot yang terpantau oleh satelit di Desa SB Kolam, yang berbatasan dengan Desa Lela. Dengan jarak terakhir pengecekan pada jarak 350 meter sudah ditemukan titik api," terangnya.

Dengan adanya ditemukan api yang membakar lahan tersebut, personil gabungan bahu-membahu melakukan pemadaman bersama masyarakat, sehingga karhutla tidak meluas.

"Luas lahan yang sudah terbakar kurang lebih 20 hektare, dengan jenis tanaman sekitar yakni tanaman pakis, kayu dan ilalang. Jenis tanahnya gambut dengan kedalaman sekitar 4 meter," paparnya.

Personil gabungan berjibaku memadam api dengan alat seadanya.

"Yakni 4 alat semprot gendong, 2 Jetshuter milik Manggala Agni serta 2 ember. Anggota di lapangan pun dengan semangat yang pantang menyerah, berusaha untuk memadamkan api," ujarnya.

Tak mudah bagi tim gabungan menemukan koordinat lokasi hotspot.

Jarak tempuh yang dilalui personil gabungan sejauh sekitar 23 Km, yang hanya bisa dilalui sepanjang 15 Km dengan kendaraan roda empat, dan selanjutnya menggunakan sepeda motor.

"Berkat kerja keras anggota gabungan tersebut, alhamdulillah saat ini api sudah bisa dipadamkan," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan,
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalbar merilis pantauan kondisi cuaca dan hotspot (titik panas) terkini di Kalbar, berdasarkan data update Minggu (15/7/2018) pukul 07.00 WIB.

Informasi peta sebaran hotspot di Kalbar, berdasarkan pengolahan data Lapan dari sejak Sabtu (14/7) pukul 07.00 WIB hingga Minggu (15/7) pukul 07.00 WIB, terpantau 144 hotspot di wilayah Kalbar.

Titik hotspot terbanyak terpantau di wilayah Kabupaten Sambas, yakni sebanyak 36 hotspot.

Kemudian, Ketapang 21 hotspot, Landak 21 hotspot, Mempawah 1 hotspot, Sanggau 14 hotspot, Sintang 12 hotspot, Kapuas Hulu 13 hotspot, Bengkayang 9 hotspot, Sekadau 2 hotspot, Kayong Utara 1 hotspot, Melawi 2 hotspot, Kubu Raya 11 hotspot, Pontianak 1 hotspot, dan hanya Singkawang yang tidak terdeteksi adanya hotspot.

Trayektori asap pada Minggu (15/7/2018) pukul 05.50 WIB, menunjukkan jika asap di sekitar wilayah Kabupaten Sambas, Bengkayang dan Landak, maka asap diprakirakan terbawa ke arah Utara dari lokasi kejadian.

Jika terdapat asap di sekitar wilayah Kubu Raya, Kayong Utara, Ketapang dan Pontianak, maka asap diprakirakan terbawa ke arah Barat Laut dari lokasi kejadian.

Sedangkan jika di sekitar wilayah Sanggau, Sekadau, Melawi, Sintang dan Kapuas Hulu, maka asap diprakirakan terbawa tidak jauh dari lokasi kejadian.

BMKG Kalbar juga merilis prakiraan potensi kemudahan terjadinya kebakaran, ditinjau dari analisa parameter cuaca berlaku Minggu (15/7/2018).

Kategori Aman hingga Tidak Mudah, diprakirakan di sebagian wilayah di Sambas, Singkawang, Pontianak, Kubu Raya, Kayong Utara, Mempawah dan Ketapang.

Sedangkan kategori Mudah hibgga Sangat Mudah, diprakirakan di sebagian besar wilayah Bengkayang, Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, Ketapang dan Kapuas Hulu.

Begitu pula prakiraan potensi kemudahan terjadinya kebakaran, ditinjau dari analisa parameter cuaca untuk Senin (16/7/2018)

Kategori Aman hingga Tidak Mudah, diprakirakan di sebagian wilayah di Sambas, Singkawang, Pontianak, Kubu Raya, Kayong Utara, Mempawah dan Ketapang.

Sedangkan kategori Mudah hibgga Sangat Mudah, diprakirakan di sebagian besar wilayah Bengkayang, Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, Ketapang dan Kapuas Hulu.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved