Perusahaan Sebut Pengurusan Administrasi di Kementerian Ketenagakerjaan Bisa Berbulan-bulan

Menurutnya sangat bermanfaat sehingga dapat mengetahui alur dan perkembangan administrasi yang ada.

Perusahaan Sebut Pengurusan Administrasi di Kementerian Ketenagakerjaan Bisa Berbulan-bulan
Internet
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Satu dari 18 perusahaan yang diundang oleh Kantor Imigrasi Kelas I Pontianak untuk diberikan sosialisasi mengenai Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 adalah dari manajemen perusahaan Permata Borneo Lestari.

Abdul Komar yang mewakili perusahaan mengaku menyambut baik aras sosialisasi ini, sebagai perusahaan yang menggunakan tenaga kerja asing tentu menurutnya sangat bermanfaat sehingga dapat mengetahui alur dan perkembangan administrasi yang ada.

Baca: Baru Dibentuk, UPT Tenaga Kerja Kalbar Usir 31 TKA Ilegal di Kabupaten Sanggau

Ia berharap adanya komitmen yang sama soal penyederhanaan alur prosedur dalam Perpres tersebut. Bukan tanpa alasan, selama ini, pengurusan izin justru lama di Kementerian Ketenagakerjaan.

"Pengalaman selama ini di Imigrasi paling bagus, paling cepat, tapi yang lama ini dari Ketenagakerjaan. Kita biasa mengurus izin tenaga kerja asing ini berbulan-bulan memakan waktu" Abdul Komar saat diwawancarai, Selasa (3/7/2018).

Abdul menjelaskan dalam urusan pengurusan izin, pemerintah saat ini sudah sangat ketat. Hanya saja tidak sesuai dengan standar waktu khususnya pada pihak kementerian ketenagakerjaan yang selalu terlambat.

Sejauh ini untuk perusahaan Permata Borneo Lestari terdapat empat orang TKA, hang dijelaskannya mengisi posisi jabatan tinggi.

"Diperusahaan kami ada empat TKA mulai dari direktur utama yang merupakan pemegang saham perusahaan dan paling rendah adalah Manajer Produksi," jelasnya.

Yayasan lainnya yang menggunakan tenaga kerja asing adalah, Yayasan Pendidikan Harapan Bersama Pontianak, Heri Perianto juga menyambut baik atas sosialisasi yang dilakukan ini.

Saat ini disebutnya ada satu tenaga kerja asing yang berprofesi sebagai dosen telah mengikuti semua prosedur yang ada, sementara saat ini pihaknya masih akan mendatangkan dua atau tiga orang lagi sebagai tenaga pengajar.

"Memang yang lama itu pengurusannya di Kementerian Tenaga Kerja, kalau untuk di Kantor Imigrasi cukup baik," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved