Pilgub Kalbar
QUICK COUNT Pilgub Kalbar Versi KPU Hingga Pukul 16.00 WIB, Karolin Capai 1 Juta Suara
Jika terdapat kesalahan pada model C1 akan dilakukan perbaikan pada proses rekapitulasi di tingkat atasnya.
Penulis: Marlen Sitinjak | Editor: Marlen Sitinjak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Berikut ini hitungan cepat Pilgub Kalbar 2018 dikutip dari kpu.go.id, Jumat (29/6/2018) pukul 16.00 WIB.
Hitung cepat dibuat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk mengetahui hasil Pilkada Serentak 27 Juni 2018 secara cepat dan transparan di seluruh wilayah yang menyelenggarakan Pilkada.
Baca: Zodiak Minggu Ini, Urusan Asmara: Jangan Gampang Jatuh Cinta pada Orang yang Baru Kenal
Baca: Hasil Hitung Cepat Pilkada Sanggau, PH YO Unggul
Data hasil pada hitung cepat berdasarkan entri Model C1 apa adanya.
Hasil pada hitung cepat merupakan hasil sementara dan tidak bersifat final.
Jika terdapat kesalahan pada model C1 akan dilakukan perbaikan pada proses rekapitulasi di tingkat atasnya.
Berikut data hitung cepat Pilgub Kalbar per Jumat (29/6/2018) pukul 16.00 WIB:

Di Sanggau PH-YO Unggul
Hingga pukul 13.36 Wib, Hasil hitung cepat Pilkada Sanggau yang dipublis melalui website https://infopemilu.kpu.go.id/pilkada2018, unggul pasangan nomor urut 2, Paolus Hadi-Yohanes Ontot dengan perolehan suara 116.488 atau 56.55 persen.
Sementara pasangan nomor urut 1, Yansen Akun Effendy-Fransiskus Ason memperoleh suara sebanyak 89.500 atau 43.45 persen.
Total suara yang masuk sebanyak 88.27 persen atau 1061 dari 1202 TPS.
Dikutif dari website info pemilu, Hitung cepat Pilkada Sanggau tahun 2018 dibuat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk mengetahui hasil Pilkada serentak 27 Juni 2018 secara cepat dan transparan di seluruh wilayah yang menyelenggarakan Pilkada.
Data hasil pada hitung cepat merupakan hasil sementara dan tidak bersifat final.
Jika terdapat kesalahan pada model C1 akan dilakukan perbaikan pada proses rekapitulasi ditingkat atasnya.

Kisah Lucu Pilkada
Selain aparat kepolisian, peran anggota perlindungan masyarakat (Linmas), terbilang penting pada hari pemungutan suara pilkada serentak 2018, Rabu (27/6/2018).
Personel linmas turut melakukan penjagaan di tempat-tempat pemungutan suara, untuk memastikan tak ada kecurangan maupun peristiwa yang menciderai pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
Namun beda hal nya dengan seorang anggota Linmas di TPS 1 Kelurahan Sungai Jawi Luar Pontianak Barat, Kalbar, Mustafa justru tertimpa kemalangan karena menjaga TPS nya.
Baca: Lionel Messi Cs Jadi Sasaran Empuk Aksi Kotor di Piala Dunia 2018
Baca: Laga 16 Besar Piala Dunia Pakai Bola Model Baru, Ini Makna dan Artinya
Lelaki berusia 61 tahun tersebut sakit, karena menenggak segelas tinta pilkada atau tinta sidik jari pemilih yang dikiranya kopi.
"Tadi saya mengobrol dengan bapak ini. Beliau bernama Mustafa. Usianya 61 tahun. Bapak ini mengantuk berat saat jaga TPS. Semalaman tak tidur, jaga TPS. Sampai-sampai salah minum kopi. Tinta pula yg diminumnya. Lokasi di TPS 1, Kelurahan Sungai Jawi Luar, Pontianak Barat," tulis akun Facebook bernama Ocsya Ade Chintawa Putra, Rabu sore.
Mustafa mengatakan ia tak tidur semalaman suntuk demi menjaga TPS tersebut.
“Akibatnya mengantuk dan saya tidak sengaja meminum tinta itu,” tukasnya.
Ia menceritakan, peristiwa itu terjadi pada Rabu siang sekitar pukul 11.00 WIB, tatkala TPS 1 yang dijaganya ramai dikunjungi pemilih.
Agar tetap segar guna melakukan penjagaan, Mustafa mengakui membuat segelas kopi dan diletakknya di samping gelas plastik berisi tinta.
”Saya mengantuk, dan mata saya juga melihat situasi TPS saat mengambil kopi. Ternyata yang terambil adalah gelas tinta. Untung cuma seteguk, saya muntahkan berkali-kali. Sekarang saya batuk-batuk,” katanya.
Tunggu Real Count
Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat Dodi Riyadmadji mengatakan bahwa hasil dari penghitungan suara hasil pencoblosan 27 Juni 2018 akan difinalisasi pada 3 Juli 2018.
“Memfinalkan angka prosentasenya yang pasti tanggal 3 Juli itu tim akan turun dari Jakarta,” ungkapnya saat diwawancarai usai awak media usai video conference dengan perwakilan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama unsur Forkompinda Kalbar di Ruang Audio Visual, Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (28/6/2018) siang.
Dodi menimpali adanya hasil penghitungan cepat atau quick count yang sudah dilakukan oleh berbagai pihak.

Pada Pilgub Kalbar, quick count menempatkan Sutarmidji-Ria Norsan sebagai pasangan calon (paslon) yang memiliki suara terbanyak. Di Pilwako Pontianak, Edi-Bahasan menjadi paslon dengan suara teratas.
“Namun, nanti kita tunggu sampai putusan final Komisi Pemilihan Umum (KPU) keluar. Persoalan legalitas sebuah hasil pemilihan harus mengikuti keputusan KPU,” imbuhnya.
Kendati diakui bahwa hasil quick count berdasarkan hasil survei jarang meleset jauh dari real count yang nantinya ditetapkan oleh KPU. Metodologi dalam survey, kata Dodi, menganut tingkat standar margin error sekitar 1 persen, 2,5 persen, 5 persen.
Menurut dia, kondisi perbedaan angka prosentase yang ditampilkan antarlembaga survey boleh saja terjadi.
“Tidak usah terlalu risau dengan hasil itu, toh nanti ada KPU yang akan menentukan. Kita pakai yang sesuai Undang-Undang yakni hasil perhitungan yang rill yang dilakukan oleh KPU,” katanya.
Dodi berharap proses distribusi kotak suara pasca pencoblosan dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) ke PPK, KPU Kabupaten/Kota dan KPU Provinsi dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
“Semoga tidak ada gangguan dan terjamin suasana kondusif,” harapnya. (*)