Herbarium Pusat Kultur Jaringan, dan Visi Besar di Arboretum Sylva Untan
Ada visi besar yang dicanangkan pada Areal Pelestarian Plasma Nutfah (Arboretum) Sylva Untan
Penulis: Ishak | Editor: Madrosid
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ishak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ada visi besar yang dicanangkan pada Areal Pelestarian Plasma Nutfah (Arboretum) Sylva Untan. Satu visi yang akan membawa sejuta manfaat.
"Ke depan, kami ingin membuat mini lab di sini. Bentuknya seperti herbarium dan kultur jaringan," ujar Ketua Arboretum Sylva Untan, Oktavianus Limpa (22), Jumat (22/06/2018).
Ia mengungkapkan, keberadaan herbarium, akan menjadi 'laboratorium' hidup. Di mana di dalamnya, tumbuh dan berkembang berbagai spesies hutan di kawasan vegetasinya.
Baca: Arboretum Sylva Untan, Rumah Besar Bagi Populasi Hutan di Tengah Hiruk Pikuk Keramaian Perkotaan
Dengan demikian, kawasan tersebut akan menjadi tempat yang sangat mendukung bagi mahasiswa kehutanan belajar tentang vegetasi hutan itu sendiri.
Sehingga jauh lebih memudahkan untuk keperluan studi.
Herbarium, juga akan sekaligus 'museum' yang kaya akan informasi dan ilmu.
Siapapun yang berkunjung ke dalamnya, akan mendapatkan banyak pengetahuan sekaligus sensasi menyenangkan layaknya wisata alam pada umumnya.
Adapun Kultur Jaringan, berfungsi untuk mengembangkan plasma nutfah. Lewat itu, diharapkan dapat memunculkan spesies baru hasil pengembangannya.
Fasilitas semacam ini, menurutnya juga sudah dikembangkan di Bogor. Pengembangannya pun, bisa menjadi role model awal.
"Sudah ada di Bogor. Dengan adanya herbarium dan fasilitas kultur jaringan di kawasan kampus ini, memungkinkan rekan kami semuanya tidak perlu jauh-jauh lagi ke Bogor jika ada keperluan terkait studi-nya," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/arboretum-sylva-untan_20180622_110510.jpg)